BERBAGI
Makawaru Da Cunha/Wone  Tonny Tesar
Makawaru Da Cunha/Wone
Tonny Tesar

Untuk Ikut Liga I PSSI 2019

JAYAPURA-Perseru Serui tengah mengalami krisis keuangan, sehingga Manajemen Perseru Serui berusaha mencari jalan keluar dengan mencari sponsor sehingga klub kebanggaan masyarakat Kepulauan Yapen ini dapat terus eksis di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Manajemen Perseru Serui sedang melakukan negosiasi dengan salah satu pengusaha asal Lampung, untuk mengakuisisi saham Perseru 49:51 persen. Menjual klub sebenarnya hanya salah satu opsi terbaik untuk menyelamatkan Perseru dari krisis keuangan,” kata Ketua Umum Perseru, Serui Tonny Tesar usai menghadiri gelar pasukan pengamanan Pemilu Serentak 17 April 2019 di Halaman Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura, Jumat (5/4).

Bupati Kepulauan Yapen ini mengatakan, opsi lain adalah manajemen sudah berusaha membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua  untuk membantu Perseru agar mendapatkan sponsor dari PT. Freeport Indonesia, sebagaimana saudara tuanya Persipura Jayapura.

“Kita sudah berusaha melobi PT. Freeport, tapi selalu ditolak. Apalagi animo masyarakat untuk datang ke stadion juga sangat terbatas, (sehingga) sponsor kurang tertarik untuk mendukung klub ini,” tegasnya.

Seusai rapat pengurus Perseru, kata bupati dua periode ini, untuk membahas krisis keuangan ini. Dirinya dituntut mengambil keputusan terbaik, walaupun penuh risiko.

“Klub membutuhkan suntikan dana segar untuk membantu biaya operasional tim dan pembayaran gaji pemain, tapi pendapatan kita dari setiap laga home kecil dan klub profesional dilarang menggunakan APBD,” sebutnya.

Selain itu, alasan sponsor tak begitu melirik Perseru dalam beberapa musim belakangan, sokongan sponsor lokal seperti Bank Papua yang mau mengucurkan dana pun hanya Rp 1,5 miliar per musim.

“Dalam beberapa musim terakhir otomatis kami cuma mengandalkan dana dari Bank Papua yang besarnya tak seberapa, sementara untuk Persipura Jayapura mendapatkan dukungan yang sangat besar,” tuturnya.

Namun, prestasi dan dukungan masyarakat kepada tim Persipura Jayapura yang begitu luar biasa, (sehingga) Bank Papua dan Freeport menggelontorkan anggaran yang besar kepada Persipura.

Alasan lainnya, lanjut Tony Tesar, tahun ini pemerintah akan melakukan renovasi Stadion Marora kandang Perseru Serui untuk persiapan PON XX tahun 2020. Dengan demikian, Perseru akan mencari Stadion lain di luar Papua untuk menjamu klub lain.

“Kalau kita home base di luar Papua, maka finansial yang diperlukan sangat besar, seperti transportasi, akomodasi dan logistik, tentu kita tak sanggup. Tapi kami akan berupaya agar Perseru tetap eksis baik di Liga I maupun Liga II PSSI. Kalau Perseru dijual, maka Perseru harus mulai dari bawah lagi yakni Liga II dan Liga III PSSI,” tandasnya.(mdc)