BERBAGI
MAKAWARU DA CUNHA/WONE  Ketua Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Provinsi Papua Kenan Sipayung,SP,MSi, Penasehat KMB Provinsi Papua Op Heni Siagian bersama pengurus di sela-sela ibadah Pesta Bona Taon 2018-2019 di lokasi pembangunan sopo godang, KM 9, Kampung Koya Koso, Kota Jayapura, Rabu (3/4).
MAKAWARU DA CUNHA/WONE
Ketua Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Provinsi Papua Kenan Sipayung,SP,MSi, Penasehat KMB Provinsi Papua Op Heni Siagian bersama pengurus di sela-sela ibadah Pesta Bona Taon 2018-2019 di lokasi pembangunan sopo godang, KM 9, Kampung Koya Koso, Kota Jayapura, Rabu (3/4).

JAYAPURA-Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Provinsi Papua merayakan pesta bona taon 2018-2019  mengusung tema hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan (Filipi 2:2). Kegiatan ini berlangsung di lokasi pembangunan sopo godang (Rumah Pertemuan) di  KM 9, Kampung Koya Koso, Kota Jayapura, Rabu (3/4).

Pesta bona taon KMB Provinsi Papua dirayakan melalui ibadah yang dipimpin Pendeta HKBP Resort Papua Pdt. Duat MT. Manullang,S.Th, didampingi Ketua PGGS Kota Jayapura, Pdt. Dr James Wambrauw.

Turut hadir dalam momen ini antara lain, Penasehat dan Pengurus KMB Provinsi Papua, Penasehat dan Pengurus KMB Kota Jayapura, Penasehat dan Pengurus KMB Kabupaten Jayapura, Penasehat dan Pengurus KMB Kabupaten Mimika, para orang tua Suku dan masyarakat Batak serta undangan yang hadir.

Pdt. Duat MT. Manulang mengatakan, pesta bona taon adalah tradisi bagi orang Batak bahwa setiap  tahun itu selalu diawali dengan ibadah syukuran untuk mohon kekuatan dari Tuhan dan juga untuk menyatukan orang Batak itu sendiri, di mana mereka berada yang diikat di dalam marga–marga dan etnis.

Sementara itu, Pdt. James Wambrauw dalam khotbahnya mengatakan, firman Tuhan yang menjadi tema hari ini diambil dari Filipi 2 : 2 yakni hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.

“Haruslah setiap orang itu sehati sepikir sejiwa dan saling mengasihi dan punya satu tujuan dan ini tema penting untuk sebuah persekutuan,” katanya.

Dikatakannya, di Filipi 2: 2 kata penting adalah kata persekutuan dalam roh dan kata itu lebih dari sekadar kumpul secara kelompok orang dari berbagai latar belakang kata persekutuan itu berhubungan dengan satu kesatuan yang menyangkut hati.

“Jadi ini tak lihat dari siapa apa dan latar belakangnya kaya atau miskin tak penting sama sekali.   Dan itulah kekristenan itulah keunggulan dari Gereja. Gereja tak memandang batas, tapi  nanti dari sisi administrasi barulah diperlukan administrasi atau legalitas seperti misalnya nama denominasinya apa itu seperti nama keluarga,” ungkapnya.

Namun demikian, jelasnya, esensi dari pada gereja itu sendiri adalah sebuah persekutuan yang sangat dalam,  sehingga di situlah  rasa kepedulian dan rasa prihatin. Dengan prihatin keadaan dan itu yang terjadi dengan keluarga besar Batak di Provinsi Papua.

Dan acara syukuran tahun ini mengumpulkan orang untuk memaknai apa yang dikatakan Filipi 2:2 yakni harus sehati dan punya tujuan sama. Tak boleh ada yang terabaikan, tapi juga tak boleh ada yang  merasa diri penting sendiri lalu mengabaikan orang lain.

“Dan itulah dikombinasikan antara nilai nilai firman Tuhan, tapi juga masyarakat Batak adalah masyarakat yang selalu bersama dengan adatnya dan itu penting sekali karena itu juga bagian dari berkat dari Tuhan. Kita ini semua punya latar belakang adat dan itu harus dimurnikan, ditolong dan diperkaya oleh injil yang sudah diterima.

Sementara itu, Ketua KMB Provinsi Papua, Kenan Sipayung mengatakan, pihaknya atas nama KMB Provinsi Papua mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir, sekaligus memberikan dukungan untuk bersama-sama  melaksanakan pesta bona taon.

Penasehat KMB Provinsi Papua Op Heni Siagian mengatakan, untuk merayakan pesta bona taon.  Berkaitan dengan itu, ia menyampaikan selamat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

“Mari kita nikmati suka cita dari Tuhan dan kita jalankan tahun ini dengan gembira dan senang hati,” katanya.(mdc)