BERBAGI
Diduga Arus Pendek 12 Bangunan Milik Polres dan Lapas Yapen Terbakar
Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen AKBP. Penri Erison (tengah ) didampingi Kasat Reskrim IPTU. Handry M. Bawilung dan Kasat Polair Polres Yapen saat melihat puing-puing belasan bangunan milik Polres dan Lapas Yapen usai kebakaran, Minggu, (31/3) lalu.

SERUI – Diduga arus pendek, sekitar 12 bangunan milik Polres dan Lapas Kabupaten Kepulauan Yapen, Minggu 31 Maret 2019 sekitar pukul 20.45 WIT (8.30 malam) di Jl. Pattimura Distrik Yapen Selatan hangus terbakar. Api diduga berasal dari AC salah satu rumah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Diduga Arus Pendek 12 Bangunan Milik Polres dan Lapas Yapen Terbakar.
Puing-puing 12 bangunan milik Polres dan Lapas Yapen usai kebakaran

Dari data kebakaran berhasil dihimpun SKH WONE, terdiri dari Asrama (Rumah Dinas Perwira ), rumah Dinas Lapas Serui, ruangan Koperasi, empat ruangan Kantor, satu unit Mobil, dan dua unit sepeda motor.

Kapolres Yapen AKBP. Penri Erison saat dimintai keterangannya menjelaskan, kronologi kejadian kebakaran masih dalam dugaan adanya arus pendek. Namun untuk lebih memastikannya masih menunggu hasil laboratorium saat ini pemeriksaan sedang dilakukan penyidik.

“Untuk sementara diduga arus pendek karena dari laporan tetangga  terdengar suara ledakan disertai suara himbusan dengan mengarah ke AC salah satu rumah,” jelas Kapolres AKBP. Penri Erison saat ditemui media ketika melakukan pemantauan secara langsung dilokasi kebakaran Senin, (1/4).

Untuk kerugian sendiri, kata  Kapolres dihitung beberapa bangunan serta perabot yang terbakar mencapai kurang lebih sembilan ratus juta rupiah. “Motor yang terbakar ada dua, mobil satu, sedangkan total keseluruhan bangunan yang jadi korban kebakaran mencapai dua belas bangunan yaitu sepuluh bangunan milik Polres dan dua bangunan rumah lapas”.

Kapolres mengungkapkan, untuk pemadaman api sendiri kurang lebih dua jam oleh tim gabungan dibantu masyarakat, serta menggerakan dua unit armada Damkar, satu unit mobil tanki air milik PT. Dioskuri Bina Sejahtera, dan satu unit mobil tanki air Ditjen Perhubungan Laut.

“Ya… kita bersyukur api cepat dipadamkan, meskipun adanya kendala minimnya ketersediaan air yang terdapat dalam tanki mobil armada Damkar sehingga perlu pengisian air terlebih dahulu dan membutuhkan waktu,” katanya.

Pasca kejadian tersebut saat ini para korban sebagian melakukan mengungsi disanak saudara terdekat.(her/pel)