BERBAGI
BEM USTJ For WONE Presiden Mahasiswa BEM USTJ, Alex Gobai ketika membacakan pernyataan sikap di Halaman Kampus USTJ, Senin (1/4).
BEM USTJ For WONE
Presiden Mahasiswa BEM USTJ, Alex Gobai ketika membacakan pernyataan sikap di Halaman Kampus USTJ, Senin (1/4).

JAYAPURA-Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo ke Bumi Cenderawasih dinilai, sebagai bentuk pencitraan semata, mengingat beberapa janji dari presiden yang kini akrab dengan baju putih tidak direalisasikan seperti penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Hal dikemukakan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Alex Gobai dalam “mimbar bebas” yang digelar di Halaman Kampus USTJ Padang Bulan, Senin (1/4).

“Pada tanggal 27 Desember 2014 lalu, Presiden Jokowi datang ke Tanah Papua untuk merayakan Natal bersama Rakyat Papua, setelah beliau resmi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia pada kesempatan itu Jokowi telah menyampaikan beberapa janji kepada masyarakat Papua, salah satunya ialah tentang penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua. Namun dalam perkembangannya, hal ini dinilai tidak terealisasikan (hingga) pada saat di mana masa kepemimpinan beliau beberapa saat lagi akan berakhir,” bebernya.

Alex menilai, dalam kepemimpinan Joko Widodo, beberapa menteri masih terbawa dibayang-bayang persoalan masa lalu, sehingga berdampak pada penyelesaiaan pelanggaran HAM itu sendiri.

“Selain itu yang membuat kaget kami terlebih khusus kami di Papua adalah pada tahun 2017 lalu, dalam sidang tahunan PBB, di mana delegasi Indonesia yang dengan tidak tahu malunya menyampaikan pada forum bahwa di Papua tidak ada persoalan HAM,” bebernya lagi.

Dikatakan, pemerintah diharapkan tetap berpegang pada amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 .

“Pada masa pemerintahan pak Jokowi, terjadi beberapa Kejadian Luar Biasa (KLB-red), mulai dari Asmat, Pegunungan Bintang, Nduga dan lain-lain yaitu persoalan kesehatan masyarakat yang memburuk,” sebutnya.

Lanjut Alex, pihaknya menolak dengan tegas kedatangan Presiden Joko Widodo ke Papua, serta Presiden Joko Widodo segera bertangung jawab kepada masyarakat Papua atas janji-janji yang belum terealisasi serta menarik pasukan militer dari Nduga.(yan)