BERBAGI
Direktur PTFI Tony Wenas, saat mengungjungi posko bencana banjir pekan lalu. Freeport berkomitmen selain turut mendukung rehabilitas korban bencana di Sentani, PTFI akan turut membantu pemerintah dalam hal perawatan hutan di area Cyclop.

SENTANI –  Nota Kesepakatan antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayaputa, Pemerintah Kota Jayapura, Universitas Cendrawasih, PT Freeport Indonesia, Dewan Adat Suku, dan Dewan Persekutuan Gereja-Gereja Papua tentang Rehabilitasi Kawasan Pegunungan CYCLOOP dan Pemulihan Daerah Aliran Sungai Sentani. Akhirnya ditandatangani Senin (01/04/2019)

Nota Kesepakatan yang ditandatangani ini adalah sebagai pedoman bersama dalam mendukung pelaksanaan kegiatan rehabilitasi kawasan pegunungan cycloop secara terencana, terpadu dan menyeluruh yang menjadi tanggung jawab PARA PIHAK.

Adapun antara lain Tujuan Kesepakatan ini adalah mensinergikan program dan pelaksanaan kegiatan PARA PIHAK dalam rehabilitasi kawasan pegunungan Cycloop.

Sesuai komitmen awal yang telah disampaikan langsung oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, selain turut mendukung rehabilitas korban bencana di Sentani, PTFI akan turut membantu pemerintah dalam hal perawatan hutan di area Cyclop.

“Dalam hal ini kami sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo, Bupati Jayapura Matius Awaitauw untuk penanganan ke depan dalam rangka perlindungan daerah Cyclop agar tidak terulang bencana alam serupa,” ujar Tony Wenas.

PTFI telah melakukan diskusi dengan Kepala BNPB, Letjend TNI Doni Monardo untuk ikut dalam program penanaman kembali pohon dan mendukung pengelolaan secara baik cagar alam Cyclop.

“Kami berharap, seluruh pemangku kepentingan di Papua dapat bahu membahu mengambil bagian dalam menanggulangi dan mencegah kejadian ini agar tidak terulang lagi,” kata Tony. (aan)