BERBAGI
MAKAWARU DA CUNHA/WONE Ketua IAI Provinsi Papua, Ir. Muhammad Reza ketika melantik anggota IAI Papua pada salah satu hotel di Kota Jayapura, Sabtu (30/3).
MAKAWARU DA CUNHA/WONE
Ketua IAI Provinsi Papua, Ir. Muhammad Reza ketika melantik anggota IAI Papua pada salah satu hotel di Kota Jayapura, Sabtu (30/3).

 JAYAPURA-Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Papua, Ir. Muhammad Reza melantik 28 anggota IAI Provinsi Papua. Kegiatan pelantikan ini dilakukan pada salah satu hotel di Kota Jayapura, Sabtu (30/3).

Ir. Muhammad Reza mengatakan, setelah dilantik pihaknya mengusulkan agar 28 anggota baru IAI Papua menjadi profesional kepada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Papua untuk mendapatkan persyaratan Sertifikasi Keahlian (SKA) untuk bisa berpraktik.

“Sesuai UU (Undang-Undang-red) Nomor 6 tahun 2017 tentang Arsitek bahwa calon anggota IAI belum bisa dilayani di LPJK, karena belum memiliki SKA,”  ungkapnya.

Sebelum resmi menjadi anggota baru IAI Papua, terang Reza, calon anggora baru wajib mengikuti persyaratan, yakni penataran Kode Etik Arsitek. “Menjadi arsitek ikuti rambu-rambu. Kalau tidak jangan masuk IAI. Kayak profesi dokter lulus dari dokter baru bisa buka praktik,” imbaunya.

Sumbangsih IAI untuk pembangunan infrastruktur khususnya di Provinsi Papua, ujarnya, IAI Provinsi Papua ikut membantu merencanakan sejumlah gedung bertingkat di Kota Jayapura, seperti Hotel Aston, Gereja Katedral Tiga Raja, Dok V, Jayapura, gedung DPRP dan lain-lain.

Sebelumnya, anggota IAI Provinsi Papua sebanyak 176 anggota, yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua. (mdc)