BERBAGI
Tanggap Darurat Banjir Bandang Sentani Berahir
Alan/Wone
Bupati Kabupaten Jayapura, Matius Awoitauw saat memberikan keterangan kepada wartawan di Posko Media Centre Gunung Merah, Sentani, Jumat (29/3).

SENTANI- Status Tanggap Darurat yang dicanangkan sejak terjadinya banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura pada, Sabtu (16/3) telah berakhir dan berubah status menjadi Transisi Darurat pada, Sabtu, (30/3).

Dalam masa transisi darurat tersebut, pengungsi yang akan ditampung hanya para korban yang rumah atau tempat tinggalnya dinyatakan rusak berat dan tidak layak lagi untuk ditinggali.

“Kita akan mulai dengan status yang baru. Kita sudah memastikan bahwa yang ditampung di tempat pengungsian adalah mereka yang rumahnya sudah rusak berat. Mereka yang hanya kebanjiran bisa dibersihkan dan bisa kembali lagi kerumahnya,” terang Bupati Kabupaten Jayapura, Matius Awoitauw.

Kata Matius, banyak pengungsi yang telah kembali ke tempat masing-masing, untuk itu, dalam masa transisi ini tempat-tempat tersebut akan dibersihkan sehingga tempat pengungsian yang ada menjadi lebih sedikit.

“Ini harus dilakukan karena kita sudah masuk dimasa kita benar-benar menangani pengungsi,”ujarnya.

Diungkapkanya, dalam beberapa hari ini tim yang diutus untuk mengidentifikai rumah yang rusak ringan dan berat telah mengidentifikasi setiap rumah karena Pemerintah telah mengambil langkah dan merencanakan untuk bagaimana membangun tempat hunian sementara bagi para korban banjir.

Hal itu juga akan dilakukan bagi setiap korban yang rumahnya ikut terendam akibat naiknya debit air di danau Sentani,.

“Tim sudah  menghitung semua, termasuk dengan mereka yang di danau, kita sudah mendiskusikan hal itu dengan para ondoafi dan Kepala Kampung bagaimana menangani hunian sementara disetiap kampung,” ucapnya.(aan)