BERBAGI
Basarnas Latih 50 Orang Teknik Pertolongan di Permukaan Air 1
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Frans Sanadi saat mengenakan tanda peserta pelatihan Teknik penyelamatan pertolongan di permukaan air

SERUI – Menyikapi musibah banjir bandang terjadi di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura hingga merengut ratusan jiwa korban meninggal dunia, menjadi perhatian semua pihak, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten Kepulauan Yapen bekerja sama Basarnas Biak melaksanakan pelatihan potensi pencarian dan pertolongan teknik dipermukaan air bagi lima puluh peserta dari berbagai kampung yang ada di Kabupaten Yapen.

Direktur Bina Potensi Basarnas Pusat, Marsekal Pertama TNI F. Indrajaya menghadiri secara langsung pembukaan kegiatan pelatihan pertolongan mengatakan, wilayah Indonesia memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam baik itu darat, laut maupun udara yang sangat membahayakan manusia.

Dikatakannya, bencana terbagi beberapa jenis yaitu, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor dan beberapa jenis bencana lainnya.

“Banyak jenis bencana alam, namun yang sangat membahayakan manusia adalah orang hanyut atau tenggelam di sungai maupun di laut, orang hilang di gunung, orang terjebak direruntuhan bangunan, terjebak diketinggian dan jenis lainnya,” ujar Marsekal Pertama TNI F. Indrajaya ketika membuka secara resmi pelatihan yang akan berlangsung selama seminggu kedepan di salah satu hotel di Serui, Jumat (22/3).

Basarnas Latih 50 Orang Teknik Pertolongan di Permukaan Air
Foto bersama Direktur Bina Potensi Basarnas Pusat, Marsekal Pertama TNI F. Indrajaya dan pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berama peserta pelatihan Teknik pertolongan di permukaan air

Indrajaya menjelaskan, untuk wilayah Kerja Kantor Pencarian  dan Pertolongan Biak, meliputi Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Yapen, sebagian daerah utara Kabupaten Nabire dan pulau-pulau disekitar wilayah kerja Basarnas Baik di kelilingi oleh lautan, maka sesuai dengan UU nomor 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan serta peraturan Presiden RI nomor 21 tahun 2017 tentang pembinaan potensi pencarian dan pertolongan, Basarnas melakukan pembinaan melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis khusus bagi potensi SAR bagi setiap orang, instansi, organisasi, yang memiliki potensi pencarian dan pertolongan.

“Untuk itu pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pertolongan di permukaan air sehingga dapat membantu tim SAR dalam melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan secara cepat, tepat, aman, terpadu juga terkoordinasi,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan F. Indrajaya, melalui pelatihan pertolongan di permukaan air dapat menghasilakan semangat kemanusiaan, kesatuan pola pikir untuk memberikan pelayanan jasa dibidang SAR seoptimal mungkin.

Sementara itu, Wakil Bupati Yapen Frans Sanadi memberikan apresiasi kepada Basarnas Biak juga Serui yang telah melakukan pelatihan yang sangat berharga dan penting baik untuk diri sendiri maupun kepada orang banyak.

Frans Sanadi mengatakan, kita dituntut sejauh dini agar bisa mempersiapkan berbagai sumber daya manusia baik sarana yang memadai maupun tenaga-tenaga terampil dan profesional dalam menanggulangi resiko munculnya bencana yang tidak bisa diprediksikan bersama.

“Apa yang dilakukan merupakan salah satu upaya untuk menjawab tuntutan yaitu, mengasah keterampilan anggota tim SAR pada daerah-daerah yang rawan bencana alam,” ujarnya.

Kepada para peserta, lanjut Sanadi,  dapat mengikuti pelatihan dengan serius karena apa yang diberikan merupakan modal yang sangat baik dan nilai tambah tersendiri untuk penyelamatan.

Acara pembukaan pelatihan penyelamatan dihadiri oleh Dandim 1709/YAWA, Kasat Polair Polres Yapen, Ketua ORARI dan RAPI, juga tamu undangan lainnya.(her/pel)