BERBAGI
Penyakit Malaria Masalah Utama di Kabupaten Keerom
Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM mengkukuhkan pengurus Malari Center Kabupaten Keerom, di Aula Kantor Bupati Keerom, Kamis (14/3).

KEEROM –  Belum adanya penurunan secara signifikan penyakit malaria di Kabupaten Keerom, oleh karena itu, Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM minta agar semua pihak perlu ditangani secara serius agar penyakit malaria menjadi salah satu persoalan utama di Keerom bisa ditekan.

Meskipun Tahun 2018 jumlah penyakit malaria di Kabupaten Keerom mengalami penurunan, namun Tahun sebelumnya 2017, Kabupaten Keerom menepati urutan kedua penyakit malaria di Papua.

“Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Tahun 2018 mengalami menurunan 368/1000 penduduk, dibading Tahun 2017 sebesar 421/1000 penduduk,’’ jelas Bupati MUH Markum pada kegiatan rapat kerja Malaria Center (Mace) Kabupaten Keerom Tahun 2019, di Aula Kantor Bupati Keerom, Kamis (14/3).

Untuk mengeliminasi malaria di Keerom, awal Tahun 2018 Pemerintah Keerom melalui Dinas Kesehatan telah membagikan kelambu ke masyarakat sebanyak 3174 buah atau 89 persen keluarga telah mendapatkan kelambu.

‘’Untuk itu perlu gerakan masyarakat menggunakan kelambu setiap malam saat tidur. Disamping itu, untuk percepatan penurunan kasus malaria, perlu diirigi kegiatan pengendalian seperti pemberantasan genangan air dilingkungan masing- masing,’’ ujar Bupati MUH Markum.

Bupati juga mengajak seluruh ASN yang ada di Dinas-Dinas agar bersama-sama saling bahu-membahu menagani secara baik untuk menurunan angka malaria di Kabupaten Keerom.

Sementara itu Direktur Penanganan dan Pengendali penyakit Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, tidak akan terjadi Indonesia Eliminasi Malaria Tahun 2030 apabila Kabupaten Keerom tidak Eliminasi,  sehingga diharapkan Kabupaten Keerom dapat menurunkan kejadian malaria di Tanah Papua.

“Sakit malaria jangan ditinggalkan untuk anak cucu kita maupun penerus kita. Mari bersama- sama kita wariskan kepada anak kita maupun cucu kita bukan penyakit malaria, tetapi kekayaan alam yang dimiliki di Kabupaten Keerom,”pintahnya.

Untuk itu tekat kita Indonesia harus bebas dari Malaria Tahun 2030, tentu perlu dilakukan percepatan. Salah satu percepatnya melalui pembentukan Malaria Center. “Malaria Center untuk menyatuhkan gerak langka visi dan misi dibawah kepemimpinan Bupati untuk mencapai Eliminasi Malaria Tahun 2030.  Dengan melakukan akselerasi kita segerah menurunkan kasus- kasus malaria yang ada disekitar kita maupun masyarakat,”pungkasnya. (rhy/pel)