BERBAGI
Mantan DKP, 4 Staf Dicebloskan Kedalam Tahanan
Mantan DKP serta dua staf lainnya saat digiring ke Tahanan Lapas Kelas II B, Serui untuk selanjutnya di sidangkan

SERUI – Kejaksaan Negeri Serui secara resmi mencebloskan mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) serta empat stafnya, sebagai terangka dalam kasus pengadaan Bagan Ikan Puri Tahun Anggaran 2016 kedalam Lapas Kelas II B, Serui.

Kepala Kerjaaksaan (Kajari) Serui, Kumaedi menjelaskan, proses penahanan ini dilakukan agar perkara ini secepatnya dapat segera diproses di Pengadilan Serui sehingga nanti akan ada kepastian hukum kepada para tersangka.

“Penahanan ini untuk mempercepat proses hukum kepada para tersangka,” singkat Kejari Serui, Kumaedi ketika menyerahkan tersangka di Lapas Kelas II B Serui, belum lama ini.

Sementara itu, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Serui, Joshua Wanma mengatakan, dari lima orang yang ditetapkan tersangka, baru dua orang yang diserahkan ke Lapas sesuai surat perintah. Sedangkan untuk dua orang lainnya mengajukan permohonan dengan pertimbangan karena sakit.

“Ada dua tersangka yang sakit, sehingga sampai saat ini masih kami tunggu surat keterangan Dokter yang menunjukan apakah memang benar-benar sakit atau tidak?,” papar Joshua Wanma.

Joshua Wanma menjelaskan, apabila waktu yang ditentukan kedua tersangka tidak bisa menunjukan surat keterangan sakit dari dokter secara resmi, maka mereka juga akan ditahanan sesuai surat penahanan.

Untuk tersangka lainnya merupakan oknum anggota kepolisian, Joshua Wanma mengugkapkan, pihaknya masih menunggu apakah nantinya akan dilakukan proses pemanggilan secara berjenjang atau seperti apa, hingga saat ini pihaknya belum menentukan.

Ditanyai soal pasal yang dikenakan terhadap para tersangka, Kasipudsus mengatakan, masing-masing tersangka dikenakan pasal 3 dan pasal 9 dengan ancaman hukuman penjara minimal 1 tahun, dan  maksimal seumur hidup.

Kejari Serui, selain menangani  kasus pengadaan Bagan Ikan Puri di Yapen, kasus lainnya ditangani Kejari Serui terindikasi terjadi penyelewengan anggaran, yaitu proyek pembangunan jalan pelabuhan Wonti Tahun Anggaran 2018 dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Waropen dengan jumlah 5 orang terperiksa.

“Perkara lain sedang kami tangani untuk segera diselesaikan ketahap dua, apakah juga akan dilakukan penahanan atau bagaimana kami tinggal tunggu dari Jaksa Penyidik. Semuanya akan kita lakukan secara adil  dan kami pun ingin proses ini segera diselesaikan karena sudah agak lama,” tutupnya. (her/pel).