BERBAGI

 

Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Tonny Tesar saat memberikan sepatah kata sebagai Alumni SMA 1 Serui pada peringatan HUT ke 50

SERUI – Setelah Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Emas (HUT ke 50), kali ini giliran, SMA Negeri Satu  (SMANSA) Serui memperingati HUT Emasnya, yaitu, ke 50 Tahun dengan meriah.

Wakil Bupati Frans Sanadi, BSc, S.Sos, MBA saat memberikan sambutanya mengucap syukur atas bertambahnya usia SMA Negeri 1 Serui dimana sejak berdiri dan berkiprah selama 50 Tahun, Sekolah ini masih tetap eksis, solid dan produktif.

“Sekolah ini tetap melaksanakan tugas dan perannya sebagai salah satu tulang punggung pembangunan dibidang pendidikan di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujar Frans Sanadi dihalaman di SMANSA Serui, Sabtu, pekan lalu saat memberikan sambutanya.

Sebagai alumni yang pernah mengenyam dan merasakan dunia pendidikan di SMA N 1 Serui, dengan nama populer terdahulu SMA Negeri 417, Frans berharap agar hal-hal yang telah dicapai dapat terus dipertahankan, bahkan harus lebih ditingkatkan lagi.

“Diwaktu yang akan datang reputasi Sekolah yang bermutu dan berkualitas harus tetap dijaga dimata publik Kkabupaten Yapen,” ungkap Frans Sanadi.

SMANSA Serui Peringati Usia Emas
Foto bersama Alumni, guru-guru serta siswa siswi SMA Negeri Satu (SMANSA) Serui memperingati HUT Emasnya, Sabtu, pekan lalu

Bupati Kabupaten Yapen, Tonny Tesar merupakan Alumni SMANSA Serui, sangat bangga perjalanan SMANSA hingga memasuki usia setengah abad. “ Sekolah ini telah banyak menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berperan dalam dunia Pemerintahan, dunia usaha, TNI/Polri dan lain sebagainnya,’’ ungkap Bupati Tonny Tesar merupakan lulusan anggatan keenam Sekolah tersebut.

Bupati Tonny mengharapkan, dengan menganjak usia ke lima puluh tahun ini, Sekolah harus tetap menjaga kualitas dan mutu pendidikanya agar bisa lebih baik dalam untuk menyiapkan generasi muda Serui khususnya bagi anak-anak Papua lebih baik kedepan.

Disinggung mengenai persoalan disekolah tersebut, Bupati Tonny Tesar meminta agar pihak sekolah harus tetap menjaga standar kualiatas yang dibutuhkan sebagai ukuran dimasa-masa akan datang. “Kita akan tetap memberikan perhatian kepada SMA/SMK walaupun tugasnya sudah dialihkan ke Provinsi, tapi kami sebagai Pemerintah Daerah diwilayah ini akan tetap melihatnya, agar sekolah ini bisa menjaga standar Penerimaan siswa baru untuk lebih baik kedepanya,” katanya.

Terkait pembayaran penghasilan dan ULP bagi guru-guru Tahun 2018 yang masih tertunda, pihaknya akan melaksanakan koordinasi agar dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. “Kita akan lihat itu, dan saya akan terus melakukan koordinasi agar bisa diselesaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya berharap guru-guru bisa bersabar dulu karena hak-hak tersebut  semua tidak akan hilang,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. SMA Negeri 1 Serui, Darmaji mengungkapkan, Sekolah yang telah banyak melahirkan siswa siswi yang telah Sukses diberbagai Pemerintahan, masih mempunyai beberapa kendala dan yang paling besar adalah bagaimana cara mencari anggaran dalam membayarkan hak-hak guru honor  dan pegawai tidak tetap.

“Kami sangat terombang ambing karena sampai tanggal 9 Maret Tahun 2019 ini, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen belum mengucurkan dana untuk pembiayaan Sekolah,” jelasnya saat ditemui wartawan SKH Wone diselah-selah kegiatan HUT ke 50 Tahun.

Dalam kesempatan HUT ke 59 ini juga menyerahkan SK pengurus Alumni Periode 2018-2022. “Semoga para Alumni bisa melihat sekolahnya kedepan dalam berbagai kendala yang dihadapi Sekolan saat ini,” ujar Darmaji.

Hasil pantawan media ini ditempat acara yang dihadiri para Alumni Sekolah baik itu Bupati, Wakil Bupati Yapen sendiri, Charles Gomar merupakan Ketua Komisi B DPRD Yapen, Sekwan, Kakesbang, dan beberapa pejabat lainnya serta sejumlah pengusaha lainnya turut hadir dalam peringatan SMANSA ke 50 Tahun.

Dalam menyambut perayaan ini, Panitia mengadakan beberapa kegiatan seperti jalan santai bersama serta dorprice.(her/pel)