BERBAGI
BMKG Wilayah V
Streamline tanggal 23 Januari 2019 pukul 09.00 WIT

JAYAPURA – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika Wilayah V Jayapura mengeluarkan prospek atau prakiraan cuaca pertanggal 23 – 25 Februari 2019.

Dari data  diperoleh redaksi WONE dari BMKG Wilayah V yang ditantangani Kepala BMKG wilayah V, Petrus Demon Sili dengan prakirawan cuaca Syatira Fikriyani Azizah.

Berikut data Prospek kondisi cuaca Papua 23 – 25 Februari 2019

  1. KONDISI METEOROLOGIS
  • Wilayah Papua telah memasuki musim penghujan hingga bulan Maret 2019 dan puncak musim hujan bulan Januari – Februari 2019. Pada kondisi ini frekuensi kejadian hujan akan meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya.
  • Hasil evaluasi kondisi cuaca menunjukkan adanya gangguan pola angin yakni siklon tropis WUTIP di wilayah Perairan utara Papua dan anomali suhu muka laut yang bernilai positif (menghangat) serta kelembaban relatif pada lapisan atas menunjukkan kandungan uap air yang cukup tinggi berkisar antara 80 – 95% sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
  1. PRAKIRAAN CUACA 3 HARI KE DEPAN
  • Diperkirakan kondisi cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan
  • Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Papua bagian Utara pada siang, malam dan dini hari
  • Potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Teluk Cenderawasih dan Papua bagian Tengah pada malam dan dini hari
  • Potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Papua bagian Selatan pada malam hari
  • Tinggi gelombang di wilayah Perairan Utara Papua diprakirakan berkisar antara 0.50 – 3.50 meter dan di wilayah Perairan Selatan Papua diprakirakan berkisar antara 0.25 – 1.00 meter.

  HIMBAUAN

  • Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang dan lain sebagainya yang berpotensi terjadi selama periode musim penghujan ini.
  • Bagi aktivitas pelayaran juga agar lebih berhati-hati karena kondisi tinggi gelombang yang diprakirakan masih cukup tinggi untuk beberapa hari ke depan. Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran : Perahu Nelayan(Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m). Demikian juga untuk masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir. (BMKG Wil V)