BERBAGI
Zaman Now, Ancaman Keberlangsungan Masyarakat Adat
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Frans Sanadi saat membuka secara resmi Musyawarah II Dewan Adat Suku Berbai Yapen Timur

SERUI – Seiring perkembangan zaman now, merupakan ancaman keberadaan masyarakat adat. Oleh karena itu menyelamatkan masyarakat adat agar tetap kekayaan budaya di bumi Cenderawasih, Papua, perlu adanya upaya meningkatkan atau merevitalisasi keberadaan masyarakat adat sehingga kearifan lokal yang dimiliki tetap berhatan dan tidak termakan zaman.

Salah satu mempertahankan masyarakat Adat agar tidak tinggal cerita dan kenangan, Dewan Adat Suku (DAS) Berbai Wilayah II, Saireri melaksanakan Musyawarah II serta pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan Àdat guna mempertahankan keberadaan bertempat di GOR SWPI Kampung Awunawai Distrik Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (18/2).

Muyawarah II DAS Berbai dihadiri langsung Pemerintah Kabupaten Yapen dalam hal Wakil Bupati Yapen, Frans Sanadi sejumlah pejabat lainnya, serta puluhan warga Suku Berbai, Wilayah II Seireri.

“Dalam rangka melestarikan nilai-nilai adat dan budaya yang dimiliki berbagai Suku di Kabupaten Yapen secara khusus budaya Suku Berbai Yapen Timur, kegiatan ini sangat bagus untuk melestarikan dan meningkatkan budaya adat tetap utuh, tidak punah terkikis adanya pengaruh perkembangan era modernisasi,’’ ungkap Wakil Bupati Frans Sanadi.

Frans Sanadi mengatakan, selaku Pemerintah Kabupaten Yapen, senantiasa menghargai dan menyambut baik berbagai pelaksanaan kegiatan bernuansa budaya dan adat yang digelar tujuh suku di Daerah ini, serta akan dilakukan evaluasi dan perencanaan program kerja Dewan Adat Suku Berbai periode 2019 -2024,  sekaligus akan melaksanakan pemilihan pengurus baru DAS Berbai.

‘’Apa yang akan nanti diputuskan dan ditetapkan bersama dalam Musyawarah ini dapat dilakukan secara bersama karena merupakan bagian dalam upaya penataan kelembagaan, penguatan fungsi, demi memperkokoh tali persaudaraan, juga siapa yang akan terpilih nantinya dalam pemilihan Ketua Dewan Adat Suku Berbai, kita memberikan dukungan sepenuhnya,’’ ungap Frans Sanadi.

Sementara itu, Ketua II Dewan Adat Papua (DAP) sangat mengharapkan Musyawarah II ini dapat berlangsung dengan baik, menghasilkan program kerja lima tahun kedepan, dan kepemimpinan baru yang dirumuskan oleh masyarakat itu sendiri.

“Dalam musyawarah ini, masyarakat Adat dapat merumuskan apa yang akan terjadi serta program -program kerja apa yang ingin direncanakan, dan bagaimana memperbaiki tatanan Adat yang ada di Suku Berbai,” ungkap Sayid Fadhal Alhamid yang Kepala Pemerintahan Adat Papua saat dijumpai wartawan SKH WONE di Serui.

Untuk itu Sayid sangat mendukung kegiatan ini sebagai pilar penting proses konsolidasi masyarakat Adat Papua, dengan unit yang kecil tapi mereka memiliki otoritas yang sangat besar.  “Kami dari Dewan Adat Papua sangat mendorong proses konsolidasi suku-suku agar mereka bisa berdiri sebagai pemilik masyarakat Adat untuk bagaimana bisa lebih dikembangkan kedepanya,” tuturnya.

Kegiatan Musyawarah II ini juga dihadiri secara langsung Kapolres Yapen AKBP. Penri Eriso, beberapa kepala suku dari Yapen Timur, anggota DPR Papua utusan adat dari wilayah Animha serta wilayah Saireri.(her/pel)