BERBAGI

 

Millennial Road Safety Festival Diikuti 2000 Orang
Bupati Keerom MUH Markum saat melepas Balon tanda pelaksanaan Millenial Road Safety Festival di Kabupaten Keerom Tahun 2019, dilapangan Swakarsa, Sabtu (16/2).

KEEROM – Pelaksanaan Mellenial Road Safety Festival Kabupaten Keerom Tahun 2019 berjalan lancar dan meriah, diikuti kurang lebih 2000 orang peserta dari berbagai kalangan baik Aparatus Sipil Negara (ASN), Kabupaten Keerom, TNI/Polri, MUMD serta tingkat pelajar SMP maupun SMU/SMK.

Kegiatan Millenial Road Safety Festival Kabupaten Keerom diikuiti para pejabat tinggi Kabupaten Keerom, diantara Bupati Keerom, Kapolres Keerom, Ketua DPRD Keerom, para pimpinan OPD maupun BUMD diawali jalan santai dan senam bersama di lapangan Sepak Bola Arso Swakarsa, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Sabtu (16/2).

Bupati Keerom MUH Markum, SH. MH. MM arahanya mengungkapkan, pelaksanaan Millenial Road Safety Festival Tahun 2019 merupakan suatu kebahagiaan untuk berkumpul di lapangan Swarkarsa teruatam pada kaum Millenial atau disebut pemuda – pemudi usai produktif yang merupakan harapan bangsa dan diharapkan mampu sebagai pelopor  dan inovatif disegala bidang.

“Kegiatan Millenial ini berawal dari berbagai upaya yang diamanatkan undang – undang untuk menyelematkan kaum Millenial korban sia- sia dalam kecelataan Lalu Lintas, dimana hampir setiap tahun korban kecelakaan meninggal dunia mencapai 30 ribu orang/tahun didominasi kaum Millenial 16 tahun hingga 35 tahun,”ujar Bupati saat memberikan sambutanya.

Senam Kolosal sambut Millemial Safety Festival 2019 di Kabupaten Keerom
Senam Kolosal sambut Millemial Safety Festival 2019 di Kabupaten Keerom

Dikatakan MUH Markum, tingginya angkat kecelakaan yang cukup besar sehingga sangat dibutuhkan kerja sama masing – masing pihak baik unsur Pemerintah maupun elemen masyarakat pada umumnya.

“Dari data kecelakaan di Kabupaten Keerom dari tahun ketahun terus bertambah, dimana Tahun 2017 lalu jumlah kecelakaan sebanyak 89 kasus, korban meninggal dunia sebanyak 9 orang, luka berat 33 orang dan luka ringan sebayak 132 orang. Sedangkan Tahun 2018 jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 91 kasus dengan korban meninggal dunia (MD) sebanyak 12 orang, luka berat 14 orang dan luka ringan sebanyak 124 orang,”jelasnya.

Dikatakanya, jika dilihat dari data yang ada, bahwa kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Keerom nait sekitar 1,7 persen. Sementara kejadian laka lantas didominasi usia produktif. “Jika dilihat data ini jangan ada lagi korban sia – sia dijalan raya. Dengan gerakan kampanye keselamatan dari generasi Millenial diharapkan dapat menurunkan angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas khususnya di Kabupaten Keerom,’’ ajak Bupati.

Kedepan, lanjut Bupati,  sebagai daerah patuh hokum, diharapkan menjadi contoh daerah lainnya sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas tidak ada lagi kecelakaan.(rhy/pel)