BERBAGI

 

Fransina For Wone  Kedua pegawai purnabakti saat berfoto dengan Kepala BBPPKS Regional VI Papua, Isak Sawo dan Staf serta ibu-ibu Darma Wanita BBPPKS Regional VI Papua  seusai acara, Jumat (15/2)
Fransina For Wone
Kedua pegawai purnabakti saat berfoto dengan Kepala BBPPKS Regional VI Papua, Isak Sawo dan Staf serta ibu-ibu Darma Wanita BBPPKS Regional VI Papua seusai acara, Jumat (15/2)

Sumpah Janji ASN sebanyak 3 Orang

JAYAPURA-Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) kembali kehilangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Papua karena telah masuk usia pensiun

Dua orang ASN di BBPPKS Regional VI Papua yang telah memasuki masa purnabakti adalah Marhaeni,SE dan Laradima,SE yang telah puluhan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan kantor Kemensos di Papua.

Perpisahan itu dilakukan dengan acara sederhana di BBPPKS Regional VI Papua Jumat (15/2) yang diikuti seluruh ASN, disaksikan secara langsung oleh Kepala BBPPKS Regional VI Papua, Drs. Isak Sawo,M.Si.

Selain acara perpisahan oleh dua orang pegawai senior, acara itu juga dirangkaikan dengan pengambilan sumpah janji tiga (3) pegawai baru yakni, Saadatul Hajariyah,S.Pd, Toni Muhammad Zaini,S.Pd dan Yoga Agung Kusuma,S.Pd.

Khusus untuk Laradima,SE yang jabatan terakhirnya adalah Kepala Sub Bagian Kebendaharaan di BBPPKS Regional VI Papua telah menghabiskan karir sebagai ASN selama 32 tahun, plus (tambah) 2 tahun menjadi tenaga Satuan Tugas Sosial (Satgassos) pada tahun 1985-1987, sebelum di angkat sebagai ASN. Sementara Marhaeni,SE jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bidang Diklat dan Kerj Sama.

Fransina For Wone  Kedua pegawai purnabakti saat berfoto dengan Kepala BBPPKS Regional VI Papua, Isak Sawo dan Staf serta ibu-ibu Darma Wanita BBPPKS Regional VI Papua  seusai acara, Jumat (15/2)
Fransina For Wone
Kedua pegawai purnabakti saat berfoto dengan Kepala BBPPKS Regional VI Papua, Isak Sawo dan Staf serta ibu-ibu Darma Wanita BBPPKS Regional VI Papua seusai acara, Jumat (15/2)

Laradima dalam sambutan singkatnya menyampaikan, terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran pagawai di BBPPKS Regional VI Papua yang selama ini telah bekerja bersama.

“Maaf, ringkasan ini saya sengaja tulis untuk dapat mengingatkan saya kembali tentang pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara atau ASN puluhan tahun silam. Kenapa saya lakukan hal ini, supaya teman-teman yang muda tahu perjuangan saya dari nol hingga saat ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kakek 58 tahun ini sedikit bercerita, Tahun 1985 di mana dirinya terpanggil untuk menjadi Satgassos dengan gaji saat itu hanya Rp 32 ribu.

“Hampir wilayah Tabi atau Jayapura secara umum meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom saat ini telah kami datangi. Dulu hanya Kabupaten Jayapura. Saya bertugas sebagai Satgassos di Arso tepatnya di Wembi, di Skouw, Genyem di Sawoi dan Ormu,” paparnya sambil mengenang.

Dia menyadari bahwa tentu kendala dan situasi saat itu berbeda dengan saat ini. Di mana, bisa berjalan berjam-jam untuk sampai ke tempat tujuan, beda dengan sekarang, hanya dengan mobil atau motor sudah bisa sampai. “Tetapi saya mungkin tidak akan cerita banyak tentang itu, hanya sebuah gambaran kepada teman-teman saja,” tukasnya.

“Kenapa saya ungkapan ini, supaya teman-teman yang muda atau usianya di bawah saya tahu dan dapat bekerja keras untuk dapat memajukan kantor ini,” sambungnya.

Kakek yang hobi memancing itu mengungkapkan, dirinya dulu hanya digaji Rp 32 ribu tetapi loyalitas kerja maksimal. “Saya harapkan dengan gaji dan tunjangan yang telah baik saat ini, teman-teman dapat melanjutkan perjuangan yang telah kami awali,” harapnya.

Teman Satgassos yang masih ada hingga saat ini, kata Lara sapaan akrab rekan-rekan kerjanya, tersisa saat ini di BBPPKS Regional VI Papua hanya Pak Sukoto, karena yang lain di bawah. “Pak, izinkan saya menyampaikan terima kasih, karena telah bekerja dengan saya sejak dulu hingga saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, dirinya di angkat sebagai pegawai tahun 1987. “Dua tahun kami menjadi Satgassos, (sehingga) dapat saya katakan kami telah bekerja sejak tahun 1985 untuk balai ini,” lanjutnya. Ia menambahkan, kalau dihitung sejak jadi pegawai 1987 hingga 2019, maka dirinya telah mengabdi di pemerintahan selama 32 tahun.

“Itu saya pikir waktu yang lama di karir saya sebagai pegawai. Dan pensiuan merupakan anugerah, karena semua orang pasti akan lalui ini,” katanya.

Kakek yang memiliki tiga orang anak ini bahkan mengawali karir di pemerintahan dari golongan 2 A (gunakan ijazah SMA). ”Alhamdulillah, saat ini saya pensiun di golongan 4 A. Bagi saya ini sesuatu yang luar biasa dalam hidup saya dan keluarga,” tukasnya.

Secara khusus pada kesempatan ini, dirinya menyampaikan, berterima kasih kepada teman-teman di bagian keuangan yang telah bekerja sama dengan selama ini dalam urusan keuangan. “Apakah ada kesalahan, saya minta maaf,” tambahnya.

Dirinya mengetahui, sebagai manusia, pasti tidak luput dari kesalahan. Untuk itu, pada kesempatan yang mulia ini, izinkan dirinya untuk meminta maaf kepada semua teman-teman dari perilaku, tindakan, ucapan yang mungkin menyinggung perasaan teman-teman.

“Biarlah saya keluar dari kantor ini dengan berkah dan rahmat dari Allah SWT dan tidak meninggalkan luka yang dapat mengurangi nilai ibadah saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BBPPKS Regional VI Papua, Drs. Isak Sawo,M.Si menyampaikan, terima kasih kepada kedua pegawai yang telah memasuki masa perunabakti. “Pensiun ini hal yang lumrah bagi setiap orang. Kami jujur, kehilangan dua orang terbaik dari kantor ini,” katanya.

Akan tetapi, kata Isak, dirinya sangat berterima kasih kepada jasa-jasa kedua rekan, teman dan sahabat dalam membatu pekerjaan-pekerjaan di sini.

“Saya sebagai kepala dan juga rekan, teman dan sahabat mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu bedua atas semua jasa-jasa di kantor ini,” tutupnya.(yek)