BERBAGI
Tulis Karya Ilmiah, Syarat Usulan Kenaikan Pangkat
Ketua IGI Kabupaten Keerom Minarsih, M.Pd saat menyerahkan buku hasil karya guru kepada Sekda Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM di Aula Kantor Bupati Keerom, Kamis (14/2).

KEEROM – Sejak terbentuk September Tahun 2018 lalu, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Keerom diharapkan dapat memberdayakan guru – guru di Kabupaten Keerom untuk meningkatkan kemampuan kompetensi, salah satunya menulis karya ilmiah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM mengatakan, penulisan karya ilmiah selain dapat membatu meningkatkan wawasan guru pendidik ketika mengajar di sekolah, juga salah satu syarat untuk mengusulkan kenaikan pangkat.

“Harapan kami dari Pemerintah Kabupaten Keerom bukan hanya kepada beberapa guru saja, tetapi diharapkan semua guru di Keerom dapat menulis karya ilmiah,” ujar Sekda Blasius Waluyo Sejati saat ditemui usai menghadiri Worshop sehari dan peluncuran Buku Solo dan Antologi karya guru- guru di Kabupaten Keerom, Kamis (14/2).

Dikatakanya, dengan terbentuknya IGI Kabupaten Keerom, sebagai Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi karena IGI merupakan organisasi profesi dan bukan organisasi Politik dan diharapkan IGI bukan saingan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kata Blasius mengatakan, meskipun IGI di Keerom baru terbentuk, akan tetapi telah menghasilkan dua buku dari karya ilmiah guru itu sendiri sehingga guru di Kabupaten Keerom dianggap berhasil dalam menulis dan dibuat menjadi buku.

“Kami harapkan guru di Keerom dapat terus mengembangkan wawasanya dengan menghasilkan karya-karya penulisan buku, bukan hanya dua buku saja tetapi lebih bertambah lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, ditempat sama, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Keerom, Minarsih, M.Pd mengungkapkan, kegiatan Spektakuler Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) dan gerakan menulis serentak 100 titik yang akan menghasilkan 1000 buku pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2019.

“Kegiatan ini dilakukan yaitu gerakan serentak yang diikuti dari Pusat untuk menulis buku. Selain itu Lounching Buku yaitu, Buku Solo dan Buku Antologi karya guru- guru Kabupaten Keerom,” ungkapnya.

Dengan kehadiran dua buku tersebut salah satu bukti bahwa bimbingan dan waktu yang tidak lama guru- guru di Keerom mampu melahirkan karya sendiri menulis buku, yang hadir dari hati, pengalaman dan proses hidup yang dialami.  Selain itu sebagai motifasi bagi guru di Kabupaten Keerom untuk terus mengaktualisasikan dirinya sebagai guru- guru pembelajar sejati. (rhy/pel)