BERBAGI
Pemerintahh Izinkan Pendirian Sekolah Darurat untuk Pengungsi Nduga
Bangunan sekolah darurat yang dibangun tim relawan di halaman gereja Weneroma, Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan izin untuk aktivitas belajar dan mengajar di sekolah darurat bagi pengungsi warga Nduga di halaman Gereja Weneroma, Ilekma, Wamena, Jayawijaya, Rabu (13/1).

Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua mengaku, telah menerima surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Nduga perihal pendirian dan pengoperasian sekolah darurat bagi penghungsi anak usia sekolah Nduga di Wamena.

“Kemarin saya baru dapat surat dari sekda Nduga, untuk meminta izin mereka membuka sekolah di Gereja Weneroma Sinakma untuk proses belajar mengajar,” ungkap Banua.

Menurutnya, demi kemanusiaan pihaknya memberikan izin kepada warga Nduga terutama anak-anak usia sekolah yang sedikit lagi akan mengikuti ujian nasional. Oleh karena itu, Banua akan segera panggil asisten dan pihak dinas pendidikan untuk membahas perihal anak Nduga di Wamena.

“Sebagian anak-anak itukan akan segera mengikuti ujian nasional, jadi kami pemerintah harus memberikan izin untuk dibangun sekolah darurat di Jayawijaya,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim Relawan Pengungsi Nduga bersama para guru membangun bangunan darurat sebagai tempat proses belajar mengajar anak-anak sekolah pengungsi Nduga yang terdiri dari sekolah dasar (SD), SMP dan SMP.

Ketua koordinator tim relawan, Ence Geong menuturkan, sekolah darurat ini telah dibangun sejak 11 Februari 2019 lalu, dan masihh berlangsung hingga saat ini.

“Kami belum bisa pastikan berapa jumlah anak-anak pengungsi yang ada di Wamena, tapi yang sudah datang ada 406 orang anak,” ungkap Ence.

Sebanyak 406 anak ini merupakan siswa yang duduk di berbagai jenjang pendidikan, baik SD, SMP, dan SMA di delapan distrik, Kabupaten Nduga. “Ada dari 10 SD, 5 SMP dan SMA ada dua sekolah tersehbar di delapan distrik daerah terdampak konflik,” pungkasnya.(lay/pel)