BERBAGI
Bawaslu Temukan Pemasangan Alat Peraga Kampanye Ditempat Dilarang
Nampak sejumlah alat peraga Kampanye dipasang berjejeran dimata jalan Arso Swakarsa

KEEROM – Di Kabupaten Keerom pemasangan sejumlah alat peraga Kampanye Partai Politik (Parpol) ditemukan pemasangan didepan Gereja maupun Masjid. Padahal hasil kesepakatan bersama antara KPU, Bawaslu, Partai Politik maupun Pemkab Keerom sendiri tempat-tempat tersebut dilarang untuk pemasangan alat peraga Kampanye.

Koordinator Defisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Keerom, Yaser Arius Runggamusi mengatakan, memasang alat peraga Parpol dilarang oleh undang- undang seperti pada tempat ibadah, fasilitas Pemerintah, bagunan maupun halamannya.

“Yang namanya tempat dilarang untuk pemasangan alat peraga Kampanye tidak boleh dipasang, tetapi kenyataanya masih ada Partai Politik yang memasang alat peraga Kampanye didepan Geraja dan Mesjid, seperti pemasangan spanduk bertuliskan nomor urut, ajakan maupun Dapil,” ungkap Yaser Arius Runggamusi kepada Harian WONE diruang kerjanya, Rabu, (13/2) kemarin.

Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Keerom akan menyurat kepada Partai Politik untuk melepas alat peraga Kampanye ditempat yang dilarang. “Namun apabila tidak dihiraukan, kami dari Bawaslu akan melepaskanya sendiri,’’ tegas Yaser Arius Runggamusi.

Yaser Arius Runggamusi menambahkan, sesuai kesepakatan bersama, sepanjang jalan Trans Papua, batas Kampung Yowoung sampai pertigaan Sawit Jaya atau Kampung Workuwana harus bebas dari alat peraga Kampanye.

“Yang bisa dipasang alat peraga Kampanye yang telah disepakati bersama yaitu, mata jalan Arso II, mata jalan Pir II dan mata jalan Pir 1. Akan tetapi dari pantuan dilapangan masih ada Partai Politik yang memasang, makanya kami akan menyurat untuk diturunkan,” tegasnya.

UNTUK KAMPAYE BELUM DITEMUKAN PELANGGARAN

Sesuai dengan tahapan Kampanye Presiden dan Legislatif Tanggal 23 September 2018 hingga bulan Februari 2019 ini, masih berjalan aman, dan pada umumnya, masing-masing Parpol di Kabupaten Keerom belum melaksanakan Kampanye terbuka.

“Sesuai dengan tahapan Kampanye, saat ini masih bersifat tertutup dan tatap muka. Kami belum menemukan adanya Partai Politik yang melakukan Kampanye terbuka,’’ ujarnya.

Meskipun demikian, selama jalanya Kampanye dilaksanakan oleh Partai Politik di Keerom masih sebatas kampanye tertutup dan tatap muka, akan tetapi Bawaslu terus memantau perkembangan di lapangan dari sisi ijin diberikan oleh pihak kepolisian.

“Kalaupun ada pelanggaran ditemukan di lapangan, akan tetapi kami masih menggunakan langka pencegahan dengan mengingatkan kepada Parpol,’’ tutupnya.(rhy/pel)