BERBAGI
Istimewa  Foto bersama Delegasi Papua dan Papua Barat, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dan Dr. Dino Patti Djalal usai pertemuan di Ruang Ketua MPR RI.
Istimewa
Foto bersama Delegasi Papua dan Papua Barat, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dan Dr. Dino Patti Djalal usai pertemuan di Ruang Ketua MPR RI.

JAYAPURA-Delegasi Pemuda Papua dan Papua Barat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (MPR), Zulkifli Hasan membahas sejumlah permasalahan pemuda di Indonesia Timur, khususnya masalah pendidikan.

Pertemuan ini merupakan salah satu dari tindak lanjut Konferensi Diaspora Anak Muda Indonesia (CIDY 2018) pada bulan Agustus 2018 lalu, yang Diinisiasi oleh Dr. Dino Patti Djalal dengan tujuan untuk mengumpulkan aspirasi seluruh anak Muda Indonesia untuk membentuk strategi pembangunan Indonesia di tahun 2045 nanti.

Graceshella Mambrasar atau yang akrab disapa Selly, selaku Ketua Delegasi Pemuda Provinsi Papua dan Papua Barat, dari Organisasi “Kitong Bisa” didaulat mendampingi Dr. Dino Patti Djalal untuk bertemu dengan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan yang bertujuan  mengadvokasi aksesibilitas pendidikan untuk semua anak Indonesia, khususnya anak-anak miskin di Indonesia Timur.

Selly Mambrasar ditunjuk untuk mengumpulkan aspirasi seluruh anak muda Papua. Selly sendiri selama ini dikenal mengadvokasi isu aksesibilitas Pendidikan untuk semua anak Indonesia, khususnya Indonesia Timur sejak awal tahun 2015. Bersama dengan relawan-relawan muda asal Papua dan Papua Barat, Selly yang memegang posisi sebagai Manajer Program Yayasan Kitong Bisa menggerakkan pusat-pusat belajar di berbagai tempat di Tanah Papua, yang memberikan pembelajaran gratis, utamanya kepada putera-puteri asli Papua yang berada di bawah garis kemiskinan.

Aspirasi tersebut kemudian di advokasi ke berbagai organisasi, dan lembaga, serta organisasi kemasyarakatan untuk mendorong implementasi nyata.

“Sampai kapan pun, saya akan memperjuangkan hak kaum marjinal, khususnya anak-anak dari ekonomi lemah, untuk memperoleh akses pendidikan yang layak, karena pendidikan merupakan kunci seseorang untuk merubah nasibnya menjadi lebih baik,” kata Selly sebagaimana press release yang diterima Redaksi Wone seraya menambahkan kebijakan program pendidikan harus memberikan akses Pendidikan yang berkualitas seperti program afirmasi, atau pemberian hak khusus tadi malam.

Menurut Selly, apa yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia saat ini di Papua sudah cukup baik. Hanya saja, korupsi dan kolusi dalam proses penyeleksian dan pemberian beasiswa harus ditiadakan.

“Semua orang, tanpa memandang hanya dari kelompok suku tertentu saja,  memiliki hak yang sama. Bentuk-bentuk korupsi dan kolusi dalam pemberian beasiswa ini secara tidak langsung merupakan bentuk diskriminasi. Saya akan terus menyuarakan hal ini agar terjadi perubahan kedepannya, khususnya di tanah kelahiran saya yaitu Tanah Papua,” tegas Selly.

Puteri asal wilayah Saireri yang mulai bulan Maret 2019 nanti akan berpartisipasi dalam pertukaran pemuda selama satu tahun di Belanda ini menguraikan, Ketua MPR, Zulkifli Hasan sangat mengapresiasi positif rencana mereka, karena sudah saatnya pemimpin muda Indonesia yang memiliki kapabilitas, kapasitas dan integritas maju dan memimpin, bukan hanya mereka yang bermodal dan popular saja.

Selly menambahkan, Ketua MPR Zulkifli Hasan juga mendengarkan dengan seksama aspirasi anak muda yang tertuang dalam dokumen rencana pembangunan Indonesia 2045 ini, dalam berbagai sektor lain selain pendidikan, seperti Demokrasi, Hukum, HAM, Industri dan Teknologi.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut antara lain Alamanda Shantika, Programmer dari Gojek, sebuah perusahaan start-up Indonesia berkelas Internasional, dan Diovio, aktifis HAM dan Pemuda Indonesia yang baru-baru ini memperoleh penghargaan sebagai Young Emerging Leaders dari Pemerintah Amerika Serikat di Gedung Putih. Mereka mewakili sektor-sektor yang berbeda dalam pembuatan strategi pembangunan tersebut.

Sementara itu, Dr. Dino Patti Djalal mendorong Masyarakat untuk juga menyokong terlaksananya strategi perubahan ini dalam aksi-aksi nyata, atau program-program kerja yang terintegrasi demi perubahan Indonesia lebih baik.(cel)