BERBAGI
Satu Pasien Pegungsi Nduga Dirujuk ke Jayapura
Koordinator Relawan Pengungsi Nduga, Ence Geong

WAMENA – Salah satu pengungsi asal Nduga yang berada di Wamena Jayawijaya terpaksa di rujuk ke RSUD Abepura karena menderita kanker payudara.

Demikian ungkap Koordinator Relawan Pengungsi Nduga, Ence Geong saat di temui di posko pengungungsian di Gereja KIMI Weneroma, Kampung Ilekma, Wamena, Jayawijaya, Selasa (12/2) kemarin.

Menurutnya, ada banyak pengungsi yang perlu ditolong dalam hal pelayanan kesehatan. Salah satu yang relawan temui adalah ibu Atina Gwijangge yang menderita kanker payudara.

“Menurut keterangan dokter, pasien mengalami sakit kanker  di payudara. Kita belum tahu perkembangannya seperti apa tapi yang jelas ibu ini saudah dirujuk ke RS Abepura tadi pagi (kemarin,red),” ungkapnya.

Menurutnya, ibu Gwijangge yang dirujuk ke Jayapura ini sudah dalam kondisi darurat setelah menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Wamena.

“Salah satu yang kami kirim atau rujuk ke Jayapura. Ini warga mengirim satu ibu yang harus dirujuk ke Jayapura dalam kondisi darurat,” katanya.

Ence mengaku, dinas kesehatan tak terlibat dalam pembiayaan perawatan pasien hingga rujukkan ke Jayapura.

“Untuk pembiayaan swadaya dari beberapa teman-teman relawan dan keluarga,” ujar Ence.

Dia mengatakan, ibu penderita kanker ini tidak memiliki surat-surat keterangan untuk berobat, karena saat mengungsi Atina berada di kebun lalu dia mendengar bunyi tembakan beruntun sehingga dia lari dari tempat asalnya, Distrik Mugi, Kabupaten Jayawijaya.

“Dia tidak memiliki surat-surat keterangan satupun lalu kabur dari Mugi. Dia lari tanggal 4 Desember 2018,” tuturnya.

Relawan sendiri belum mengetahui pasti Atina mengalami rasa sakit yang kini ia derita. Hanya saja dari keterangan pasien, dia mulai mengalaminya lihat bintik pada tanggal belasan saat berada di hutan.

“Kita tidak tahu pasti kapan mulai rasanya, tapi menurut keterangan lukanya mulai tanggal belasan ketika di hutan, dimana mulai muncul bintik di payudaranya dan dia pikir itu bisul sehingga dia mengobati dengan getah tanaman. Dia di okname selama satu minggu, baru kita rujuk,” pungkasnya. (lay/pel)