BERBAGI
Foto Lepas Kantor Bupati Keerom.
KANTOR BUPATI KEEROM. Untuk lebih mendekatkan diri pelayanan pimpinan OPD kepada masyarakat Kabupaten Keerom, oleh itu Ketua Dewan Adat Skanto (DAS) Didimus Werare minta agar Bupati Keerom memeritahkan pejabat Eselon II yang tinggal di Jayapura untuk pindah tinggal di Keerom.

KEEROM – Untuk lebih meningkatan serta mendekatkan pelayanan Pemerintah Kabupaten Keerom, kepada masyarakat Keerom oleh karena itu, Ketua Dewan Adat Skanto (DAS) minta agar Bupati Kabupaten Keerom dengan tegas memerintahkan seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom untuk tinggal di Keerom, bukan di Jayapura dan tempat lainnya di luar Kabupaten Keerom.

“Kami melihat dari sekian banyak pimpinan OPD di Keerom hanya berapa orang saja yang tinggal di Keerom. Selebihnya tinggal diluar Kabupaten Keerom. Bagimana meningkatan pelayanan kepada masyarakat, makanya kami meminta Bupati Keerom harus melihat persoalan ini dan memerintahkan kepada pimpinan OPD agar tinggal di Keerom,” ujar Ketua Dewan Adat Skanto (DAS) Kabupaten Keerom Didimus Werare kepada Surat Kabar Harian (SKH) WONE di Kantor Bupati Keerom, Selasa, (12/2).

Soal tempat tinggal, menurut Didimus tidak ada persoalan kerana Pemerintah Kabupaten Keerom telah membeli tanah kepada masyarakat adat Keerom. Selain itu banyaknya perumahan telah dibangun oleh pengembang Bank-Bank, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik, tetapi pimpinan OPD lebih memilih tinggal di Kota Jayapura dari pada di Keerom.

DAS Bupati harus Perintahkan Pimpinan OPD Tinggal di Keerom
DAS Bupati harus Perintahkan Pimpinan OPD Tinggal di Keerom

‘’Oleh kerana itu,  Bupati Keerom harus mengambil ketegasan terhadap Pimpinan OPD agar pimpinan OPD yang tinggal di Jayapura harus tinggal di Keerom untuk mendekatan diri dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat di Kabupaten Keerom,’’ harap Didimus.

Menurut Didimus Werare, kunci keberhasilan Pemerintah adalah mendakatan diri dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi sisa masa jabatan tinggal dua tahun, makanya Bupati menggunakan ini dengan sebaik- baiknya, karena yang mengangkat Bupati adalah rakyat.(rhy/pel)