BERBAGI
Ruduk Paksa Siswi SD, Kakek 65 Tahun Diciduk Polisi
Paur Humas Polres Yapen IPDA Adam M. Siahaan saat melakukan press release di Mapolres Yapen, serta menunjukan barang bukti Bersama tersangka kakek AB

SERUI –  Entah setan apa yang merasuki terangka kekek AB 65 Tahun sehingga ia meruduk paksa siswi yang masih duduk di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Serui sebut saja mawar (8) (maaf nama samaran) di Kampung Cina Tua, Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Terbongkarnya kasus tersebut setelah orang tua korban melaporkan ke pihak kepolisian atas aksi bejat dilakukan kakek AB tersebut.

“Kejadian perudukpaksaan ini terjadi Tanggal 14 Januari 2019 lalu di rumah korban sekitar pukul 10.00 WIT dimana korban baru saja pulang sekolah dan hendak bermain sepeda,’’ ungkap Kapolres Kabupaten Yapen AKBP. Penri Erison melalui Paur Humas Polres Yapen, IPDA Adam Malik Siahaan, saat melakukan press rilis bersama sejumlah awak media di Mapolres Serui, Kamis, (7/2).

IPDA Adam Malik Siahaan lebih lanjut mejelaskan, saat korban lagi bermain sepeda, pelaku AB memaksa korban untuk masuk kedalam rumah tepatnya di ruang tamu, setelah itu pelaku langsung melakukan aksinya terhadap korban tersebut.

Dikatakanya, terbongkarnya kasus tersebut, setelah mendapatkan laporan langsung dari orang tua korban, petugas keamanan langsung melakukan pencarian terhadap tersangka, dan mendapatkan informasi keberadaannya ternyata tersangka berada di Waropen.

‘’Tidak menunggu lama setelah mendapatkan informasi dan hasil kerja sama dengan pihak keamanan Waropen tersangka berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan dan dibawa kembali ke Yapen guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,’’ terang IPDA Adam Malik Siahaan.

Untuk kondisi korban sendiri, lanjut  IPDA. Adam M. Siahaan, saat ini masih dalam kondisi shok berat apalagi korban masih di bawah umur.

Sementara tindakan dilakukan pihak kepolisian adalah membuat laporan Polisi, membuat visum korban, pemeriksaan kepada korban, saksi, tersangka, menyita barang bukti, melaporkan kepada pimpinan dan persiapan berkas lainnya guna pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatan tersebut, terangkat AB disematkan pasal perlindungan anak yaitu, pasal 82 ayat 1 UU No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU Junto Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama lima belas tahun penjara.(her/pel)