BERBAGI
Pdt. Andre Kakiai dari Badan Pekerja Am Sinode Wilayah IV Yapen, Waropen dan Mamberamo Raya

SERUI  – Badan Pekerja Am GKI Sinode di Tanah Papua menegaskan, sebagai badan yang mengatur Gereja – gereja mempunyai tata tertib para pelayan Gereja (Pendeta) pengurus Gereja serta pengurus di Sinode maupun pengurus di Klasis yang terjun kedalam dunia Politik alias mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) pada Pilkada 2019 untuk melaporkan ke Sinode dan mengudurkan diri.

“Kita punya tata tertib Gereja menyakut hal tersebut, kalau ada pelayan Tuhan seperti pengurus Klasis,  Gereja maupun Pendeta maju sebagai Caleg harus dapat izin dari lembaga atau mengundurkan diri sebagai pekerja GKI di Tanah Papua,’’ tegas Pdt. Andre Kakai selaku pengurus Sinode Badan Pekerja Am GKI Sinode di Tanah Papua Wilayah IV kepada wartawan saat ditemui usai mengikuti ibadah syukuran Pekabaran Injil ke 164 di Tanah Papua, di lapangan alun-alun Trikora Kota Serui, Selasa, (5/2).

Pdt. Andre Kakai mengatakan, majunya mereka (pekerja Gereja-red) tentunya didukung dan sebagai utusan dari Gereja untuk bagaimana bisa menyuarakan suara Injil di Legislatif.

Namun, Pdt. Andre Kakai mengingatkan bagi para pekerja Gereja yang masih mudah agar pertimbangan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk terjun di dunia Politik. “Kalau yang sudah pensiun bisa, akan tetapi  harus mengikuti prosedur paraturan yang di tetapkan oleh Badan Gereja,’’ ungkapnya.

Pdt. Andre Kakai ungkapkan bahwa, saat ini baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota sudah ada Pendeta yang menjadi anggota Dewan dan mereka sudah mengundurkan diri dari pekerjaan Gereja sebelumnya, namun untuk Tahun 2019 apakah ada Pendeta maju sebagai Caleg, hingga saat ini ia belum mengetahui dengan pasti.

Oleh karena itu, Pdt. Andre Kakai berharap dalam waktu dekat menjelang Pemilu, para pekerja Gereja baik itu pelayan Firman dan lain sebagainya yang mencalonkan diri sebagai Legislatif bisa memasukan surat secara resmi untuk mengundurkan diri agar dapat direstui dari BP Am GKI Sinode di Tanah Papau.(her/pel)