BERBAGI
Sebanyak 274 botol minuman keras (Miras) berbagai mereka yang ditemukan di Taman Odo Srui beberapa watu lalu
Sebanyak 274 botol minuman keras (Miras) berbagai mereka yang ditemukan di Taman Odo Srui beberapa watu lalu

SERUI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Wakil Bupati Frans Sanadi menyesalkan banyaknya botol minuman keras (Miras) dari berbagai merek ditemukan di Taman Odo, Serui yang seharusnya taman tersebut merupakan tempat bermain anak-anak, berolahraga, rekreasi keluarga dan aktifitas hiburan lainnya.

Terkait temuan ratusan botol miras tersebut, Wakil Bupati Frans Sanadi mengungkapkan semua ini kembali kepada kesadaran masing-masing sebagai warga Kabupaten Kepulauan Yapen agar bagaimana bersama – sama menjaga kebersihan lingkungan khususnya tempat umum, seperti Taman Odo bukan sebaliknya dijadikan tempat  minum-minuman keras, mabuk-mabukan oleh oknum masyarakat tertentu.

Taman Odo, Taman Indah yang Kehilangan Keindahanya
Nampak Taman Odo ditengah-tengah Kota Serui terlihat tidak terawat dimana selain sejumlah fasilitas telah rusak, seperti lampu penerangan sudah tidak menyala, sebagian tempat duduk yang ada di dalam taman telah dicoret. Namun yang lebih miris lagi Taman Odo telah dijadikan tempat minum-minuman keras oleh oknum-oknum masyarakat tertentu

“Taman Odo pas ditengah-tengah Kota Serui saat dibangun dilengkapi sejumlah fasilitas seperti lampu-lampu penerangan serta fasilitas umum bermain lainnya, namun sangat disayangkan melalui tangan-tangan jahil oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab membuat keindahan Taman Odo ini menjadi gelap dan hilang keindahannya,” jelas Wakil Bupati Frans Sanadi kepada SKH WONE di Serui, Sabtu (2/2).

Sebagai Pemerintah Daerah, Frans Sanadi menegaskan tidak akan membiarkan begitu saja hal-hal yang kurang baik terjadi di Taman Odo kedepannya, namun akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI/Polri serta pihak terkait lainnya agar memantau aktifitas masyarakat di Taman Odo ketika malam Hari.

“Kita punya Peraturan Daerah (Perda) untuk tempat-tempat jual miras, tapi kembali kepada kesadaran masyarakat lagi,” ujar Wakil Bupati Frans Sanadi.

Frans Sanadi mengakui bahwa, memang ada beberapa oknum masyarakat yang suka duduk-duduk disepanjang jalur dua Taman Odo sebagaimana jalur tersebut dijadikan tempat santai, namun sayangnya tempat tersebut dijadikan tempat mengkomsumsi miras saat malam Hari. “Taman ini dibuat dengan baik untuk kegiatan yang baik, tapi akhirnya dibuat menjadi tempat miras disaat malam hari oleh oknum masyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Farns Sanadi, kedepan Taman Odo akan dijaga ketat serta akan melakukan sweeping kepada oknum masyarakat tertentu apabila dicurigai membawa dan mengkumsumsi miras dimalam Hari.

Wabup Frans Sanadi lebih jauh mengatakan, untuk menjaga keindahan Taman Odo bukan saja tanggungjawab Pemerintah Daerah saja, melainkan tanggungjawab bersama semua elemen masyarakat yang ada di Kota Serui tidak menjadikan Taman Odo sebagai tempat mengkomsumsi miras apalagi selesai miras motol-botol dibiarkan berserahkan begitu saja.

Sebelumnya diberitakan Media ini saat kunjungan Ketua Komisi B DPRD Yapen, Charles Gomar di Taman Odo menemukan sedikitnya 274 botol minuman keras (Miras) dari berbagai merek setelah dikupulkan dan dihitung (her/pel)