BERBAGI

17 Rumah dan 1 Gereja Rusak Parah

Plh BPBD Kabupaten Kepulauan Yapen, Melanto Numberi
Plh BPBD Kabupaten Kepulauan Yapen, Melanto Numberi

 

SERUI – Cuaca ekstrim angin puting beliung terjang tiga Distrik di Kabupaten Kepulauan Yapen, yaitu masing-masng Distrik Yapen Selatan, Distrik Yapen Barat dan Distrik Anotaurei. Akibat dari fenomena alam terjadi dua hari berbeda itu, masing-masing pertama terjadi Senin, (28/1) dan kedua Rabu, (30/1) mengakibatkan sedikitnya 17 rumah tempat tinggal warga dan satu unit rumah ibadah (Gerja) rusak parah..

Atas kejadian fenomena alam angin puting beliung tersebut, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Yapen langsung menurukan Tim Reaksi Cepat (TRC) merupakan tim cepat tanggap jika adanya suatu bencana dan menyiapkan logistik tanggap darurat untuk diberikan kepada korban bencana alam seperti bahan makan dan lain-lain yang bisa diberikan.

“Dari informasi adanya bencana alam angin puting beliung, kami langsung menurunkan TRC agar mendapatkan informasi yang benar-benar akurat di lapangan secara langsung sehingga kami bisa menentukan bencana apa sebenarnya yang terjadi, besaran kerungian dialami warga seperi apa, kehilangan harta benda apa-apa saja, dan yang terpenting lagi bencana alam itu apakah ada korban jiwa,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana Harian (Plh) BPBD Kabupaten Kepulauan Yapen, Melanto Numberi menyebutkan bahwa, informasi sementara didapat pihaknya fenomena alam angin puting beliung terjadi dua kali masing-masing Tanggal 28 Januari 2019 sebanyak 17 rumah warga mengalami kerusakan, sementara  kejadian Tanggal 30 Januari 2019 merusak 1 unit rumah ibadah (Gereja).

“Tim kami sudah turun langsung di lapangan dan melakukan pendataan lebih lanjut rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan,” ujar Plh BPBD Yapen Melanto Numberi kepada wartawan Harian WONE saat dikonfirmasi di Serui, Jumat, (1/2).

Melanto Numberi mengatakan, berdasarkan data tersebut BPBD Yapen telah melakukan perhitungan semua kerusakan dan telah melaporkan kepada Kepala BPBD Yapen.

Numberi menjelaskan, kerusakan rumah cukup parah yang dialami warga terdapat di Kampung Dorau Kepulauan Ambai, sementara di Kampung Baisore satu rumah ibadah (Gereja). Angin puting beliung juga terjadi di Distrik Yapen Barat tepatnya di Ansus Kampung Wimoni dimana terjdapat lima rumah warga rusak parah, namun menurutnya Tim masing sementara melaksanakan pendataan di lapangan.

Sedangkan untuk mengetahi keadaan cuaca, Melanto Numberi mengatakan, pihak BPBD terus melakukaan berkoordinasi secara intens dengan BMKG sebagai informasi keadaan cuaca resmi.

Dikatakanya, dari informasi BMKG mengakan bahwa, kondisi cuaca ekstrim ini diperkirakan sampai bulan Maret mendatang dimana ketinggian gelombang laut bagian Utara Papua 1.5 sampai 2.5 meter, dan bagian selatan Papua tinggi gelombang laut 2.5 – 4 meter, sehingga kepada warga terutama nelayan diingatkan agar berhati-hati ketika akan mencari ikan dilaut. Selain itu warga juga diingatkan untuk menghindar dari pohon-pohon besar dan tinggi.(her/pel)