BERBAGI
Blusukan Ditaman Odo, Ini Jumlah Temuan Botol Miras
Setelah mendapatkan laporan, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Yapen, Charles Gomar melakukan blusukan (kunjungan) secara langsung melihat kondisi Taman Odo, menemukan sedikitnya 274 botol minuman keras (Miras) berbagai mereka. Diduga taman Obo di Serui menjadi tempat minum-minuman keras oknum-oknum tertentu

SERUI – Taman Odo di Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen menjadi salah satu destinasti ikon wisata bagi keluarga sekedar berlibur bersama yang nyaman, namun kenyataannya berbalik 180 derat.

Saat Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Yapen, Charles Gomar melakukan blusukan (kunjungan) secara langsung melihat kondisi Taman Odo, menemukan sedikitnya 274 botol minuman keras (Miras) dari berbagai merek setelah dikupulkan dan dihitung.

Dengan adanya bukti tersebut, diduga selama ini Taman Odo bukan lagi menjadi tempat berlibur keluarga menikmati keindahan alamnya, akan tetapi telah menjadi tempat orang berkumpul untuk minum-minuman keras.

Meskipun Charles Gomar menyangkan adanya informasi beredar bahwa di Taman Odo ada ribuan botol miras berbagai merek berserahkan dimana-mana, akan tetapi setelah dihitung ternyata tidak sesuai dengan informasi yang beredar ditegah-tengah masyarakat.

“Kedatangan saya ditempat ini (Taman Odo) untuk melihat dan menghitung secara langsung berapa sebenarnya jumlah botol miras disini karena dari informasi beredar mengatakan bahwa ada ribuan botol miras berserahkan di Taman Odo,” ungkap Charles Gomar saat meninjau Taman Odo, Jumat (1/2).

Charles Gomar mengatakan bahwa informasi ribuan motol miras di Taman Odo adalah Hoax (berita bohong). “Kami sangat berharap atas pemberitaan yang disebarkan harus lebih objektif serta narasumber yang memberikan keterangan harus jelas sehingga tidak menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat, karena kalau memberitakan sesuatu yang tidak benar, maka itu namanya Hoax,” tegas Charles Gomar.

“Yang kami hitung hanya ada 274 botol miras berbagai merek, bukan ribuan. Hasil ini tidak sesuai dengan laporan yang beredar,” tegas Charles Gomar saat memberikan keterangan kepada Harian WONE.

Charles Gomar menjelaskan, Taman Odo sebagai Taman Kota fungsingya sebagai tempat bermain anak-anak, tempat berolahraga dan kegiatan keluarga yang ingin berekreasi. Namun jika taman ini digunakan untuk mengkomsumsi miras itu sangat tidak benar.  “Ini tempat bermain dan refresing keluarga, bukan untuk tempat minuman keras (miras),” pintahnya.

Untuk itu, selaku Anggota DPRD Yapen khususnya Komisi B membidangi ekonomi, perdagangan, serta sejumlah bidang lainnya akan melakukan rapat dengan instansi terkait untuk melakukan pengamanan objek-objek wisata di Kabupaten Yapen.

“Untuk miras sendiri, kami dari DPRD Yapen telah melakukan dialog bersama pihak Kodim 1709/YAWA telah memutuskan untuk meminta kepada Pemerintah Daerah agar bisa melakukan peninjauan kembali terhadap Peraturan Daerah tentang miras di Kabupaten Yapen,” jelasnya.

Dikatakanya apa yang selama ini dilakukan oleh masyarakat khususnya pihak-pihak yang melakukan minuman keras hal ini sudah tidak sesuai lagi dengan peruntukanya sebagai Taman bermain anak-anak dan keluarga.

Kepada Pemerintah Kabupaten Yepen, Charles Gomar minta agar memperbaiki fasilitas di Taman Odo termasuk lampu penerangan, sehingga apabila taman ini terang dimalan Hari tidak disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk miras.

Charles Gomar berharap agar Taman Odo ini adanya Pos baik dari Satpol PP, TNI/Polri yang akan bisa memberikan rasa aman kepada pengunjung termasuk bisa menjaga kebersihan.

Sekedar diketahui, dalam kunjungan langsung ini juga dihadiri dari pihak Sumber Makmur, Kasat Binmas Polres Yapen, anggota Satpol PP. (her/pedl)