BERBAGI
Temukan 30 Unit Hp di Lapas, Diduga Ada Keterlibatan Petugas
Barang bukti (BB) berupa telepon genggam yang ditemukan dalam Lapas Wamena, Kamis (31/1) kemarin.

 

WAMENA – Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wamena menggelar razia mendadak di lingkungan Lapas, Kamis (31/1) kemarin. Hasil razia ini, polisi menemukan 20 unit telepon milik warga binaan lapas.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda mengaku, dalam razia ini memang banyak temuan, berupa telepon genggam, jumlahnya pun cukup banyak hingga 20 unit.

“Kenapa barang itu bisa masuk ke dalam dan kita akan proses jika memang ada yang bermain di lapas,” tegas Ananda kepada wartawan usai merazia setiap unit Lapas Wamena, Kamis.

Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP R. H Tahapari menjelaskan, razia dadakan ini dilakukan setelah koordinasi dengan Kepala Lapas Wamena agar tidak terbongkar baik untuk pegawai maupun warga binaan.

“Hasil yang didapat ada 20 handphone (Hp) dan charger. Rata-rata disimpan di kantin dan ada satu dua Hp yang di bawa masuk ke blok-blok penjara,” jelas Tahapari.

Selain telepon genggam, kepolisian menemukan buku togel. Permaian togel ini, kata Tahapari dilakukan melalui fasilitas telepon genggam milik para tahanan dan narapidana, atau melalui kurir.

“Sedangkan, Alat tajam tidak di dapat. Dari Hp yang didapat ada 13 sudah kita ketahui pemiliknya sedangkan tujuh belum diketahui,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wamena, Yusuf Bin Sabetu mengaku, temuan kepolisian ini membuktikan bahwa pengawasan di Lapas Wamena masih lemah. Hal ini, menurut Kalapas akan segera diperbaiki terutama kantin yang selama ini menjadi pusat kelemahan.

“Kita ada dua hp yang disiapkan itu pun di kontrol oleh Kasie Kantib untuk alat komunikasi, karena LP tidak siapkan wartel sehingga kita siapkan dua hp, ternyata sekarang kebablasan mereka bawa hp sendiri,” ujar Sabetu.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap selalu dilakukan, hanya saja ternyata  barang-barang ini bisa masuk di Lapas.

“Kemungkinan ada faktor internal, sebab saya sudah lihat ada temuan bahwa penemuan hp ada nama-nama pegawai, berarti ada pegawai turut bermain di dalam itu,” ungkapnya.

Ia mengaku, keterlibatan lapas sangat mungkin terjadi, karena itu Sabatu berjanji akan membenahi semua bidang di Lapas.

“Ke depan kita (lakukan) pembenahan, yang melanggar ada hukuman disiplin sedangkan kelemahan internal dalam pengelolaan sistem keamanan dan sistem pembinaan, administrasi kantib kita perbaiki dimana ada kelemahan sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga binaan,” tuturnya.

Selain itu, terkait ditemukannya anak di bawah umur di dalam lapas, menurut Yusuf bukan merupakan tahanan. Kehadiran mereka di sana karena faktor kemanusiaan.

“Ada satu warga binaan yang membawa anaknya, lalu ada satu pasangan suami istri waktu ada anaknya masih bayi sehingga perlu menyusui. Suami istri ini ada di dalam lapas dan tidak ada keluarga di luar, jadi kita prinsip kemanusiaan saja,” pungkasnya.(lay/pel)