BERBAGI

Pemkab Yapen Minta Pertanggungjawaban Unima

 

Semua persoalan ada di UNIMA dan bukan tanggung pemerintah daerah
Wakil Bupati Kabupaten Yapen, Frans Sandi

SERUI – Aksi demo dilakukan ratusan mahasiswa lulusan Universitas Negeri Manado (Unima) kelas jarak jauh Serui di halaman Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen beberapa waktu lalu terkait belum jelas kapan mereka akan menerima Ijazah sebagai mahasiswa jurusan keguruan, sehingga hal ini menjadi pertanyaan apa yang terjadi sebenarnya.

Saat dimintai tanggapan terkait persoalan ratusan tenaga guru lulusan Uniman, Wakil Bupati Kabupaten Yapen, Frans Sandi  kepada wartawan Harian WONE mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah Yapen telah berkomitment melakukan kerja sama dengan  Unima pada Tahun 2011 lalu dengan mengikutkan guru-guru sebanyak tujuh puluh guru.

“Tujuh puluh guru ini secara pribadi mereka sudah melakukan studi jarak jauh dengan Unima, agar para guru-guru ini bisa mendapatkan gelar paling tidak Strata I (SI) sesuai dengan peraturan untuk bisa melakukan sertifikasi layak mengajar,” ujar Frans Sanadi kepada wartawan di Serui, Senin (28/1).

Sanadi menjelaskan semua biaya sudah disiapkan Pemerintah Daerah Yapen kepada Unima, begitu juga semua tahapan sebagai mahasiswa disudah dilaksanakan sehingga dianggap semua sudah selesai, tapi kemudian pada saat mengambilan Ijazah dibilang nomor belum terdaftar dari DIKTI.

“Oleh karena itu, untuk permasalahan ini kami pihak Pemkab bersama DPRD Yapen telah melakukan pertemuan beberapa waktu lalu guna membahas sebenarnya terjadi. Untuk hasil disepakati kami akan mengirim surat kepada pihak Unima menanyakan masalah ini dan meminta pertanggungjawaban dari pihak Unima,” ungkap Frans Sanadi.

Frans Sanadi mengatakan, upaya – upaya sedang dilakukan agar bagaimana guru-guru ini mendapatkan hak-haknya seperti Ijazah.

Mewakili Bupati, Frans Sanadi menjelaskan, ini bukan Pemerintah Daerah Yapen yang salah, karena Pemerintah Daerah sudah melaksanakan kewajiban kepada pihak Unima sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) dan sudah membayar semua sesuai dengan perjanjian kerja sama.

Dari data pembayaran kerjama antara Pemkab Yapen bersama Unima yaitu alokasi anggaran Tahun 2015 pada APBD induk sebesar Rp5.030.287.500 dan diperubahan Rp4.247.680.000 menjadi sebesar Rp9.277.680.000, untuk Tahun 2016 alokasi dana ke Unima Rp2.476.700.000 sehingga dari total keseluruhan untuk mahasiswa guru-guru sejak Tahun 2015-2016 adalah sebesar Rp11.754.380.000 yang di transfer langsung ke rekering Unima.

Dengan dana sebesar itu, lanjut Sanadi bahwa Pemerintah Kabupaten Kepualauan Yapen sangat peduli terhadap peningkatan pembangunan terutama memajukan Pendidikan di Yapen dengan mengelola dana secara transparan sehingga di harapkan agar semua masyarakat bisa mengetahuinya apa yang sebenarnya terjadi.(her/pel)