BERBAGI
Pengprov Hoki Papua Kecewa Pemindahan Lokasi Venue
Para Atlet Hoki Indooor Papua yang tengah mempersiapkan diri jelang PON XX yang turut kecewa karena Venue Hoki tidak jadi dibangun di Kabupaten Biak

JAYAPURA – Pengprov Hoki Papua merasa dikecewakan dengan pemindahan lokasi Venue Hoki yang sebelumnya telah disetujui untuk dibangun di Kabupaten Biak namun nyatanya rencana tersebut tidak sesuai rencana dan harus dikembalikan ke lokasi sebelumnya di Doyo, Kabupaten Jayapura.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Hoki Indonesia (PHI) Provinsi Papua, Jan Djance Kbraek melalui telepon kepada wartawan Harian WONE, Senin (28/1).

Ia menjelaskan bahwa, awalnya rencana pembangunan Venue kusus Hoki direncanakan di Doyo, Kabupaten Jayapura, namun Pengprov Hoki Papua telah melayangkan surat kepada Presiden RI, Joko Widodo, semua Menteri terkait serta Gubernur Provinsi Papua dan telah mendapat respon sangat baik melalui Menteri PUPR sehingga pada bulan Agustus 2018 tim yang diutus oleh Kementrian PURR melakukan survei dibeberapa titik pembangunan  Venue, terutama Stadion Indoor dan Outdorr.

Tetapi setelah dilakukakn pelelangan bulan September 2018 lalu dilanjutkan keputusannya bulan Januari 2019, menghasilkan alokasi dan penetapan Venue tersebut dimenangan oleh Nidya Karya Wilayah V bermarkas di Makasar, namun lokasi pembangunan masih dicantumkan di Kampung Doyo Baru, Kabupaten Jayapura.

“Ini yang membuat saya selaku Ketua Pengprov dan jajaran pengurus melakukan rapat dan saya menyampaikan rasa kekecewaan dan penyesalan atas penetapan lokasi yang kembali di bangun di Doyo,” ungkap Yan.

Dikatatakan, pemindahan lokasi Venue tersebut membuat semua Pengurus Hoki sedang dengan giatnya mempersiapkan Atlet mejadi sangat kecewa.

Selain itu, kata Yan, rasa kekecewaaan itu bukan hanya dirasakan oleh Pengurus dan juga Atlet, namun seluruh masyarakat pencinta Hoki di Kabupaten Biak turut merasa dikecewakan.

“Saya berharap bapak Gubernur dengan segala kewenangan dan kebijakan yang ada dapat mempertanyakan kembali rencana pembangunan itu kenapa kembali ke Jayapura,”tuturnya.

Dengan pemindahan Venue Hoki, Yan meminta kepada Bapak Gubernur Papua agar dapat mempertanyakan kembali sebagaimana dengan surat yang telah dilayangkan oleh Pengprov Hoki Papua sebelumnya.

“Selain itu, kami juga berharap kepada teman-teman wartawan agar dapat membantu hal ini agar Venue Hokir tetap dibangun di Biak. Karena setelah PON XX pemanfaatan dan optimilisasi terhadapt fasilitas tersebut tentu akan memacu dan membangun kegairahan Olahraga di Tanah Papua, terutama di Kabupaten Biak Numfor dan sekitarnya,” ungkapnya.(aan/pel)