BERBAGI
Para pendemo dari alumni UNIMA kelas serui saat melakukan aksi di depan pagar kantor bupati (7)
DEMO-Ratusan Alumni Unima Kelas Serui Berunjuk Rasa di Kantor Bupati Kepulauan Yapen, Kamis (24/1)

SERUI-Ratusan Alumni Universitas Negeri Manado (Unima) Kelas Serui yang rata-rata berprofesi sebagai tenaga pendidik (guru) melakukan unjuk rasa (demo) di Kantor Bupati Kepulauan Yapen dan diterima Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Kepulauan Yapen, Portunatus Numberi, Kamis (24/1). Unjuk rasa itu meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Pasalnya, sejak 2015 setelah di wisudakan hingga 2019 saat ini, para Alumni Unima Kelas Serui belum mendapatkan ijazah yang sah dari perguruan tinggi yang bermarkas di Manado itu.

Koordinator Unjuk Rasa, Salmon Wonatorei mengatakan, setelah selesai wisuda pada tahun 2015, pihaknya dan ratusan alumni lainnya hanya diberikan surat keterangan wisuda.

Ia menambahkan, surat keterangan itu isinya menyebutkan nama, NIM, dan perekat lulusan dengan alasan ijazah dan transkip nilai akan menyusul. “Namun sampai hari ini (Kamis 24 Januari 2019) terhitung empat tahun tidak menerima ijazah yang dimaksud,” jelasnya kepada Wone.

Disampaikan, pihaknya kesulitan karena tidak dapat naik pangkat dan tidak dapat mengikuti ujian kompetensi sertifikasi, karena ijazah yang dibutuhkan untuk melengkapi berkas administrasi tak kunjung diperoleh.

“Janji tinggal janji, siapa yang salah pemberi dana, pengguna dana, mahasiswa, ataukah pihak perguruan tinggi, kami tidak bisa naik pangkat karena tidak ada ijazah,” katanya dengan penuh kekecewaan.

Dalam aksinya, Salmon menegaskan, akan melakukan aksi mogok mengajar sampai batas yang tidak ditentukan jika belum juga ada jawaban yang pasti soal kapan bisa menerima ijazah asli dari Unima.

Asisten I Bidang Pemerintahan Umum, Portunatus Numberi menyampaikan, penghargaan yang tinggi kepada pengunjuk rasa yang merupakan guru aktif di Kabupaten Kepulauan Yapen, di mana telah mengabdi untuk mencerdaskan anak-anak Yapen.

Portunatus menambahkan, aspirasi yang disampaikan ini akan ditampung, kemudian akan ditindak lanjuti kepada Bupati Kepulauan Yapen. “Kami akan sampaikan ke bapak bupati. Selaku pemerintah daerah, kami akan bertanggung jawab untuk mengecek keabsahannya karena 341 mahasiswa sampai saat ini belum menerima ijazah,” jawabnya.

Portunatus mengharapkan, meskipun terjadinya masalah akan tetapi pengabdian sebagai seorang pendidik terus dilakukan dan jangan sampai kendor atau mogok mengajar.

“Tolong jangan sampai mogok mengajar, tapi aspirasi lainnya tentang ijazah kami akan berjuang  itu,” tuturnya.

Dalam aksi itu dibacakan tuntutan dan permintaan kepada pemerintah daerah, pemerintah daerah segera menyelesaikan ijazah Unima bagi 341 guru karena pengeluaran anggaran daerah sangat banyak untuk pelaksanaan pendidikan sarjana bagi guru dalam jabatannya pada tahun 2012 dan 2015.

Selanjutnya, akibat belum adanya ijazah 341 guru tidak naik pangkat dan tidak mengikuti ujian sertifikasi, terbukti 40 guru ditolak pada tahun 2017 oleh panitia Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di LPMP Kotaraja Jayapura.

Salmon Wonatorei menambahkan kembali, dalam undang-undang guru dan dosen itu sudah jelas dan pasti, guru itu harus serendah-rendahnya memiliki ijazah SI atau D4 namun untuk di Yapen tidak melaksanakan itu. Dia meminta, hasil MoU antara Pemkab Kepulauan Yapen dengan pihak Unima. “Kami menuntut isi MoU itu sehingga pemerintah dapat mempercepat selesaikan proses ijazah kami,” tegasnya.

Salmon menuturkan, unjuk rasa akan kembali dilakukan pada Selasa (29/1) guna menemui bupati secara langsung, sebagaimana informasi yang diperoleh dari Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sekadar informasi, sebanyak 78 guru yang di wisudah pada tanggal 7 Desember 2012 sudah diberikan ijazah dan akta mengajar berbentuk duplikat dengan biaya pengambilan ijazah sebesar Rp 3.000.000, namun sampai hari ini, belum ada ijazah aslinya. 263 guru yang di wisuda pada tanggal 18 September 2015 diberikan surat keterangan kelulusan namun sampai saat ini juga belum menerima ijazah asli.(her)