BERBAGI
Dua Kelemahan ini Sering Sebabkan Masalah di Lapas Wamena
Tampak terlihat Kendaraan baik roda dua maupun roda empat di halaman Kantor Bupati Keerom, artinya pengawai ASN Keerom kembali bertugas seperti biasa, Kamis (24/1).

WAMENA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Wamena, Yusak Bin Sabetu mengaku, ada dua kelemahan yang terjadi di tubuh Lapas Wamena sehingga sering terjadi masalah di sana.

“Kelemahan ada dua baik sarana prasarana, dan (sisi) pegawai juga terlalu lama tugas di sini. Kalau terlalu lama itu bisa kompromi, sudah bosan,” ungkap Kalapas Wamena, Sabetu kepada wartawan di Wamena.

Selain itu, untuk bangunan pun perlu ada perhatian karena sudah tidak memenuhi standar seperti halnya tembok Lapas yang tak layak.

“Kalau lempar (parang, linggis) itu bisa sampai, karena tembok itu 3 meter sedangkan yang (didalam) 6 meter,” tuturnya.

Begitupun untuk penampungan tahanan pun dirasa belum cukup. Menurut Yusak, daya tampung lapas saat ini seharusnya 114 orang, hanya saja selama ini melebihi dari standar kapasitas.

“Yang masih ada sekarang 119 orang sedangkan di sini standarnya 114 orang,” katanya. Jadi total warga binaan yang kabur dan yang menghuni saat ini berjumlah 152 orang.

Jumlah penghuni lapas ini ditotal dari jumlah warga binaan yang kabur tahun 2018 lalu sebanyak 11 orang, dan tahun 2019 penghuni Lapas sebanyak 141 orang. Dari 141 warga binaan ini, sebanyak 22 orang berhasil kabur dan yang tersisa hingga saar ini 119 orang.

Sementara itu, Kepala Bidang Keamanan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua, Edi Cahyono mengatakan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua sudah membahas terkait rencana rotasi maupun sarana prasarana.

‘Kanwil sudah melakukan pembahasan pasca kejadian November 2018 untuk melakukan rotasi, dan untuk masalah bangunan maupun sarana prasarana bangunan, temboknya itu ketinggiannya hanya 2,30 meter dan tidak memenuhi standar keamanan,” akunya.

Selain itu, kata Edi petugas pun masih terlalu minim meskipun sudah ada tambahan pegawai baru yang belum ASN sehingga dari dari segi pengalaman tugas masih kurang.

Oleh karena itu, Cahyono mewakili Kanwil Kemenkumham Papua turun bersama tim untuk melihat kondisi yang ada di lembaga pemasyarakatan Wamena.

Sebelumnya, pada Selasa (22/1) sore sebanyak 27 narapidana dan tahanan Lapas kabur setelah merusak pagar ornames dan melompati tembok. Namun lima warga binaan berhasil diamankan oleh petugas, sedangkan 22 orang berhasil kabur.(lay/pel)