BERBAGI

Penyalahgunaan Narkotika 2018 Masih Didominasi Pelajar
(Alan/Wone)
Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arianto saat mengespresikan Say No To Drugs atau katakan tidak untuk Narkotika

SENTANI- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura, Arianto mengungkapkan bahwa dari sejumlah kasus penyalagunaan Narkotika di tahun 2018 masih didominasi oleh pelajar.

Arianto saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (23/1) mengatakan, dari data ditribusi BNN Kabupaten Jayapura, jumlah penyalagunaan narkotika  di tahun 2018 adalah, pelajar sebanyak 29 orang, mahasiswa 2 orang, swasta sebanyak 4 orang dan yang tidak mempunyai pekerjaan sebanyak 14 orang.

“Ditahun 2018 hampir terbesar itu ditemukan di pelajar atau di usia produkif dan ditargetkan oleh negara itu hanya 30 tetapi  bisa tembus sampai 48 dan ditahun 2019 ini sudah ada 3 orang yang melapor dan satunya usia produktif, orang dewasa,”terang Arianto.

Sedangkan dari dari jenis zat yang paling banyak digunakan adalah Marijuana atau Ganja sebanyak 48 orang, Methampheta sebanyak 1 orang. Selain itu dari pengguna narkotika ditahun 2018 juga masih didominasi oleh orang asli Papua dengan total yaitu 44 dari non Papua yang hanya berjumlah 5 orang.

Dengan jumah pemakai menurut jenis kelamin ditahun 2018 adalah 48 laki-laki dan 1 wanita dengan usia rata-rata 12-17 tahun 24 orang dan 18 sampai 25 tahun 25 orang.  

Menurutnya, banyak faktor yang bisa saja menyebabkan orang menggunakan narkotika contohnya di tingkat pelajar bisa saja disebabkan oleh tingkat stresnya yang tinggi dan juga untuk enjoy dalam belajar. Selain itu ditingkat pekerja bisa saja di sebabkan oleh tekanan pimpinan agar mampu mencapai target dan juga tuntutan keluarga yang besar, dan itu juga bisa terjadi pada ditingkat pejabat yang telah salah menggunakan kewenangannya.

Ia menuturkan, jika hanya masih sebagai pencadu maka hal itu masih bisa disembuhkan dengan menjalani rehabilitasi selama tiga bulan di BNN atau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat seperti di Puskesmas Sentani Kota, Harapan, Dosai, Depapre atau di Puskemas Nibograng.

“Itu Puskesmas-Puskesmas yang sudah dilatih oleh BNN dan mempunyai kemampuan untuk merehabilitasi, diluar itu tidak bisa melaksanakan,” ujarnya. (aan/ana)