BERBAGI
Dok Wone  Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Alfons Nussi saat berbincang-bincang dengan Anggota Komisi II DPR Papua, John NR Gobai di ruang Bapemperda DPR Papua beberapa waktu lalu.
Dok Wone
Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Alfons Nussi saat berbincang-bincang dengan Anggota Komisi II DPR Papua, John NR Gobai di ruang Bapemperda DPR Papua beberapa waktu lalu.

 JAYAPURA–Seorang mahasiswa bernama Ismail Inminamboa (20) tewas mengenaskan, setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak beton parit di Jalan Raya Kotaraja, Kompleks Perumahan Dinas Kodam XVII/Cenderawasih, Sabtu (19/1) dini hari.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R. Urbinas saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polresta, Iptu Jahja Rumra, Sabtu (19/1), membenarkan kecelakaan tunggal tersebut. Selain menewaskan satu warga, kecelakaan itu juga menyebabkan pengendara motor mengalami luka berat.

“Korban luka berat diketahui bernama Yohanes Marie Benidikto Mita (20 tahun-red) warga Puskopad Gunung Kotaraja Dalam, Distrik Abepura. Korban juga tercatat sebagai salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Jayapura,” terang Jahja.

Kecelakaan ini, Jahja menuturkan, berawal saat sepeda motor Mio bernomor polisi PA 6991 RM yang ditumpangi kedua korban melaju dari arah Kampus Ottow Giesler menuju Kotaraja Dalam, dengan kecepatan tinggi.

Setibanya depan Perumahan Kodam, lanjut Jahja, sepeda motor hilang kendali dan kemudian menabrak beton parit bagian kanan. Akibatnya, pengendara Yohanes Marie Benidikto Mita mengalami luka robek pada dagu dan tulang tengkorak retak, sedangkan penumpangnya Ismail Inminamboa meninggal dunia.

“Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP-red), kedua korban ditengarai dalam kondisi pengaruh minuman beralkohol (mabuk-red). Hal ini yang menyebabkan keduanya tidak bisa mengendalikan laju sepeda motor hingga menabrak beton,” kata Jahja.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Jayapura Utara ini menambahkan, pengendara motor masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan jenazah penumpang motor diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Jenazah korban meninggal sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses visum dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.(ful)