BERBAGI
DOK HUMAS POLDA FOR WONE  Kondisi Kapal Motor Yusuf bermuatan sembako terdampar di Muara Unir, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu siang.
DOK HUMAS POLDA FOR WONE
Kondisi Kapal Motor Yusuf bermuatan sembako terdampar di Muara Unir, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu siang.

JAYAPURA–Sebuah Kapal Motor (KM) Yusuf GT 58 bermuatan sembako yang dinahkodai Kapten Salim, terdampar di Muara Unir, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, pada Jumat (18/1) malam sekitar pukul 22.30 WIT.

Kapal terdampar karena mengalami putus tali kemudi setelah dihantam gelombang besar akibat cuaca buruk di sekitar Perairan Asmat. Beruntung kapten kapal dan empat anak buah kapal (ABK) selamat dalam peristiwa itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, kapten kapal dan ABK telah dievakuasi oleh Tim Basarnas, pada pukul 02.00 WIT dini hari.

“Semua selamat, baik sang kapten kapal bernama Salim dan empat awak kapal meliputi, Syamsudin, Syukur, Saiful dan Nurdin,” terang Kamal saat dikonfirmasi, Minggu (20/1),

Kamal menuturkan, KM Yusuf GT 58 berangkat dari Pelabuhan Timika dengan tujuan Agats, Kabupaten Asmat. Kapal ini sempat melanjutkan perjalanan menuju Yahukimo hingga dihadang cuaca buruk di Muara Unir Distrik Agats, Kabupaten Asmat.

“Saat itu, tali kemudi putus hingga kapal tidak bisa dikendalikan dan terseret ombak sampai dipertengahan Muara Ewer dan Muara Unir sekitar 100 meter. Kapal akhirnya terdampar hingga menyebabkan miring, barang muatan kapal berupa sembako terendam air laut,” kata Kamal.

Mantan Wakapolresta Depok ini memperkirakan, peristiwa tersebut menyebabkan kerugiaan materil sebesar Rp 1 miliar lebih. “Muatan tidak terselamatkan, karena dihantam ombak besar hingga kapal miring dan terendam air laut,” tambah Kamal.(ful)