BERBAGI

Pengungsi Nduga Butuh Bantuan, Jayawijaya Gelar Aksi Sumbangan Sukarela

Pengungsi Nduga Butuh Bantuan, Jayawijaya Gelar Aksi Sumbangan Sukarela
Suasana pentasan musik di depan Ruko Pasar Sinakma, Jumat (18/1) kemarin.

WAMENA – Forum Masyarakat Jayawijaya Pegunungan Tengah Papua (FMJPTP) bersama kumpulan seniman lokal, mahasiswa Jayawijaya dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Indonesia cabang Wamena yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Kemanusiaan menggelar aksi sumbangan sukarela untuk warga Nduga di Kabupaten Jayawijaya.

Ketua FMJPTP selaku koordinator Solidaritas Kamanusiaan Nduga, Mully Wetipo mengatakan, aksi sumbangan sukarela ini digelar dalam bentuk pentasan seni musik, akuistik.

“Kegiatan ini bertujuan menggalang sejumlah bantuan dari masyarakat di Jayawijaya khususnya dan umumnya seluruh masyarakat di peguteng untuk saudara dan saudari kita di Nduga,” katanya kepada wartawan disela-sela aksi sumbangan sukarela di Pasar Sinakma, Wamena, Jayawijaya, Jumat (18/1).

Dari informasi yang diterima, ungkap Mully bahwa hingga saat ini masyarakat Nduga terutama pengungsi sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.

“Sampai saat ini saudara-saudari kita yang ada di wilayah Nduga dan sekitarnya sedang membutuhkan bantuan kasih,” katanya.

Oleh karena itu, Wetipo mengimbau kepada masyarakat di Jayawijaya berpartisipasi menyumbangkan bahan makanan pokok, atau pakaian layak pakai atau selimut.

“Kesempatan ini kami mengimbau kepada tong semua ambil bagian pada kegiatan ini. Apabila saudara memiliki berkat lebih, atau pakaian yang layak pakai, mari sumbangkan untuk tong pu ade-ade (pengungsi Nduga) yang ada di Kuyawagi sana,” imbaunya.

gajak semua warga agar melihat kondisi masyarakat disana sebagai satu panggilan untuk membantu para pengungsi dengan kelebihan atau berkat yang ada.

“Informasi yang kami dapati sampai saat ini para pengungsi di sana sangat membutuhkan bapok ini. Disini kita sedang mencoba lewat individu, dan gerja bagaimana memenuhi kebutuhan bapok di sana,” jelas Wetipo.

Selain Bapok, menurut Mully hal lain yang sangat dibutuhkan masyarakat adalah selimut, pakaian untuk anak-anak serta pelayanan kesehatan.

“Di sana mereka butuhkan hal-hal medis, namun kita lihat harus ada pihak berkompeten untuk melakukan pelayanan. Kita tidak kompeten untuk support kesehatan, kami hanya bisa beri informasi,” katanya.

Aksi sukarela ini mulai digelar pada Kamis (17/1) di Pasar Wouma, dan dilanjutkan pada Jumat (18/1) kemarin di Pasar Sinakma dan Sabtu (19/1) di Pasar Jibama dan Jalan Irian Wamena pada sore hari.

“Bahan makanan pokok, umbi-umbian maupun beras dan sejumlah pakaian layak pakai yang terkumpul nantinya direncanakan pada tanggal 25 atao 26 Januari kita distribusi ke wilayah pengungsi yang sementara baru kita dapati satu titik fokus pengungsian yang ada di Kuyawagi.”

Sebenarnya, menurut Mully ada sejumlah titik wilayah pengungsian namun mereka belum identifikasi dengan baik. Pihaknya baru mendapat satu titik wilayah pengungsian.

“Sampai saat ini kami belum identifikasi dengan baik titik-titik pengungsian itu. Hanya 1 titik yang kita identifikasi, itu hanya 400-an lebih Kepala Keluarga (KK),” pungkasnya. (lay/pel)