BERBAGI
Dinas Pendidikan Tunggu Hasil Audit Inspektorat Jayawijaya
Sekolah Dasar (SD) Inpres Wadangku yang hingga saat ini tidak aktif karena tak ada guru. Dinas Pendidikan akui banyak sekolah tak aktif karena ulah kepala sekolah

WAMENA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya, Walden Hood Sinaga mengatakan temuan banyaknya sekolah yang tidak aktif itu merupakan hasil audit Inspektorat Jayawijaya.

“Nanti secara resmi diserahkan kepada dinas pendidikan dan di situ ada rekomendasinya. Dan hasil rekomendasi itu akan kita diskusikan dan juga melakukan klarifikasi kembali ke sekolah yang direkomendasikan itu terkait kebijakan selanjutnya,” jelas Sinaga disela-sela evaluasi kinerja Dinas Pendidikan Jayawijaya tahun 2017/2018 di aula Wio Kantor Bupati, Selasa (15/1).

Selaku pelaksana tugas kepala dinas, Sinaga sendiri kesal karena ada sekolah yang tidak aktif. Meski begitu, ia mengakui fakta yang terjadi di lapangan.

“Jadi sekarang ini kita belum bisa tentukan apa yang akan dilakukan, sampai kita nanti terima hasil audit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, operasi dan tidaknya setiap sekolah ini merupakan tugas dan tanggungjawab kepala sekolah yang secara resmi diangkat, hanya saja kepercayaan itu tak dijalankan dengan baik.

“Yang dirugikan akibat dari tidak beroperasionalnya sekolah adalah anak-anak. Kita harapkan steke holder di lingkungan sekolah itu membantu sesuai fungsinya agar sekolah itu bisa jalan,” harapnya.

Hingga saat ini  Dinas Pendidikan Jayawijaya belum mengidentifikasi faktor yang menyebabkan banyak sekolah yang tak beroperasi.  “Penyebab itu akan kita identifikasikasi lagi,” imbuhnya.

Menurutnya, hampir semua sekolah yang tak aktif ini berada di zona tiga yang jauh dari kota. Sinaga mencontohkan, SD Inpres Wadangku, bahwa memang saat staf dinas ke lokasi tidak ada aktifitas disana.

“Kita panggil kepala sekolahnya dan disarankan untuk berjalan lagi dan kepala sekolahnya berjanji akan melaksanakan,” jelasnya. Hanya saja, dari hasil kunjungan kerja bupati akhir pekan kemarin, hingga saat ini SD tersebut tak berjalan sama sekali.

Ditanya soal keberadaan guru-guru yang betugas di 12 sekolah ini, Sinaga sendiri tak tahu persis keberadaan mereka.

“Kita tidak tahu persis guru-guru yang bertugas di 12 sekolah ini sekarang mereka di mana, tetapi kalau sekolah tidak berjalan pasti fungsi tugas tidak berjalan,” tuturnya.

Untuk diketahui rata-rata guru-guru yang bertugas di 12 sekolah ini merupakan aparat sipil negara (ASN). Hanya saja, hingga saat ini para guru ini belum sepenuhnya melaksanakan tugasnya.

Sebelumnya, dari hasil evaluasi Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua terhadap jajaran Dinas Pendidikan Jayawijaya selama tahun 2017/2018, Banua mendapat laporan bahwa setidaknya ada 12 sekolah di Kabupaten Jayawijaya yang tidak aktif atau tidak ada aktivitas belajar mengajar. Ini termasuk SD Inpres Wadangku yang sudah lama ditutup.

“Kita lihat pendidikan di Jayawijaya sangat rendah. Tadi disampaikan oleh Inspektorat bahwa 12 sekolah yang tidak aktif,” ungkap Bupati Banua didampingi Wakilnya, Marthin Yogobi.

Ironisnya, sekolah yang tidak aktif ini bukan baru saja terjadi namun sudah lama bahkan bertahun-tahun tidak ada aktifitas belajar mengajar.

“Ada yang dari tahun 2011 (tidak aktif). Jumlahnya yang pasti 12 sekolah yang tidak akif sama sekali dan itu berada di daerah pinggiran,” jelasnya. (lay/pel)

Dinas Pendidikan Tunggu Hasil Audit Inspektorat Jayawijaya
Sekolah Dasar (SD) Inpres Wadangku yang hingga saat ini tidak aktif karena tak ada guru. Dinas Pendidikan akui banyak sekolah tak aktif karena ulah kepala sekolah