BERBAGI
Itlay/wone  Jhon R. Banua
Itlay/wone
Jhon R. Banua

Terkait Sekolah Tidak Aktif Tetapi Dana BOS Cair

WAMENA-Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua menegaskan akan mengintervensi pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terkait dalam pemberian rekomendasi pencairan.

Kebijakan ini lantaran adanya sekolah yang tidak aktif namun dana BOS ini tetap cair. Oleh karena itu, Bupati Banua mengambil langkah untuk mengintervensi pencairan dana BOS ini.

Dia mengatakan, tahun 2019 rekomendasi tidak lagi dikeluarkan oleh dinas pendidikan, namun akan diambil alih Bupati Jayawijaya, pasalnya dia sudah mengetahui semua persoalan yang terjadi di Jayawijaya.

“Sekarang sekolah yang tidak aktif, saya tidak akan mengeluarkan rekomendasi untuk mencairkan dana BOS, maupun gaji dan tambahan pengasilan dari pemerintah daerah,” tegas mantan wakil bupati dua periode itu kepada wartawan, Rabu (16/1) kemarin.

Bupati Banua menginginkan, pendidikan di Jayawijaya bisa berjalan dengan baik sehingga ada upaya khusus untuk menyelamatkan generasi muda di Jayawijaya terutama 12 sekolah dilaporkan tidak aktif itu.

Dia juga telah memerintahkan, kepada dinas teknis terkait menahan gaji guru, penghasilan tambahan dan bahkan dana BOS.

“Kami sudah meminta sekolah tidak berjalan gaji guru ditahan tambah HAM pengasilan ditahan, dan dana BOS bila perlu kita kembalikan ke pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya, Walden Hood Sinaga mengatakan, kewenangan untuk pencairan atau tidak itu semua dari bank dan tidak ada intervensi dari dinas.

“Untuk pendropingan dana BOS selanjutnya tidak bisa lagi, untuk kendala yang kedua tetap menjadi arahan dari dinas ke sekolah agar dana bos dan pendidikan gratis itu bisa digunakan sesuai peruntukannya,” tuturnya.

Hanya saja, ia mengaku penggunaan dana BOS memang lebih sering digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.(lay)