BERBAGI
Ananda: Jangan Coba-coba jadi Agen Miras!
AKBP Tony Ananda

WAMENA – Imbauan kepada pembuat minuman lokal (Milo) maupun agen minuman keras pabrikan yang selama ini menjual di wilayah Jayawijaya sudah harus menghentikan aktivitas ilegal tersebut.

Pasalnya, mulai pekan ini semua sentra produksi minuman lokal maupun agen-agen minuman pabrikan di Kabupaten Jayawijaya akan digrebek, dan pelakunya akan diganjar hukuman yang lebih berat.

“Kedepan saya akan melakukan operasi penertiban gabungan TNI dan Polri terhadap agen miras lokal maupun minuman yang diproduksi secara legal,” tegas Kapolres Jayawijaya, AKBP Tony Ananda kepada wartawan di Wamena, kemarin.

Dia mengatakan, bagi agen minuman keras ini harus dijerat hukuman yang lebih berat, sebab berkaca dari pengalaman banyak pelaku penjual miras yang tertangkap lalu mendapat hukuman ringan dan akhirnya mereka melakukan tindakan yang sama.

“Saya akan minta ke bupati akan jerat hukumnya lebih berat sehingga tidak hanya hukuman ringan. (Hakim) ketuk palu bayar denda tetapi besok pelaku lakukan lagi,” ujarnya.

Ananda juga memberikan catatan khusus kepada agen miras khusus warga non Papua, bahwa tidak lagi melakukan usaha yang tidak halal ini karena akan mendapat ganjaran hukuman berat.

“Saya warning kepada masyarakat pendatang agar jangan coba–coba menjadi agen miras karana sudah ada kerja sama dengan pemda bahwa sanksinya akan memulangkan pelaku, namun  sebelum itu pelaku akan menjalankan hukuman terlebih dahulu,” tegas Kapolres.

Sementara itu, bagi oknum aparat baik TNI dan Polri yang membekingi atau menjadi agen penjualan minuman keras (Miras) akan ditindak tegas.

Menurutnya, sudah ada kerjasama antara instansi baik TNI dan Polri untuk menindak oknum yang melakukan usaha ilegal ini sehingga pihaknya tak segan-segan mengambil tindakan tegas.

“Jika ada anggota kami polisi maupun TNI/Polri kita akan tindak tegas dan kita akan bersikan semuanya (maka) saya butuh dukungan masyarakat untuk menyampaikan informasi keterlibatan aparat sehingga kita melakukan penyelidikan. Meskipun anggota saya tetap saya tidak menutupi dan tidak membelah,” janjinya.

Minuman keras ini sudah waktunya untuk di berantas secara menyeluruh, sebab Ananda melihat semua kasus kriminalitas yang terjadi bermula dari orang mabuk.(lay/pel)