BERBAGI
Atraksi perang-perangan masyarakat pada Festival Budaya Lembah Balim (FBLB) di Distrik Welesi, tahun lalu. BPS Papua menyatakan ada tujuh wilayah di Pegunungan merupakan kantong (paling) kemiskinan tertinggi  (Foto:Itlay/wone)

 JAYAPURA-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan dua Kabupaten di wilayah Selatan Provinsi Papua masih menjadi kantong kemiskinan tertinggi, masing-masing Asmat, Boven Digoel. Sementara itu, ada tujuh wilayah di Pegunungan merupakan kantong (paling) kemiskinan tertinggi. Masing-masing Lanny Jaya, Intan Jaya, Deiyai, Tolikara, Yalimo, Nduga, Yahukimo.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Papua, Bagas Susilo di Jayapura, Selasa (15/1).

Ia mengatakan, bahkan Lanny Jaya merupakan Kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi jika dibandingkan dengan wilayah di pegunungan lainnya.

Ia menjelaskan, setelah Lanny Jaya, tempat kedua diduduki Intan Jaya dan ketiga adalah Deiyai, hal ini berdasarkan data kemiskinan pada Maret 2018.

Bagas menerangkan, meskipun wilayah pegunungan hampir pasti menjadi kantong kemiskinan, tapi bukan berarti tak ada di wilayah pesisir. Ada beberapa Kabupaten tertentu yang juga terindikasi seperti Asmat, Boven Digoel dan lain sebagainya.

Dijelaskannya, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep pembangunan memenuhi kebutuhan dasar, di mana dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Menurut dia, untuk komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan Provinsi Papua di daerah perkotaan adalah beras, rokok kretek, tongkol atau tuna ekor kuning, cakalang dan daging ayam ras.

“Sedangkan komoditi yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan di pedesaan adalah ketela rambut, beras, rokok kretek dan daging babi,” terangnya.(mdc)

 

Tujuh Wilayah Pegunungan Paling Miskin

 

  1. Lanny Jaya
  2. Intan Jaya
  3. Deiyai
  4. Tolikara
  5. Yalimo
  6. Nduga
  7. Yahukimo