BERBAGI
Istimewa  MEMBANTU-Aparat Keamanan saat membantu warga yang terkena banjir bandang di Kampung Dugi, Distrik Goyage, Kabupaten Tolikara, Selasa (15/1)
Istimewa
MEMBANTU-Aparat Keamanan saat membantu warga yang terkena banjir bandang di Kampung Dugi, Distrik Goyage, Kabupaten Tolikara, Selasa (15/1)

 

Tiga Korban Banjir Bandang Masih Dicari

JAYAPURA–Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolikara masih melakukan pencarian terhadap tiga warga Kampung Dugi yang menjadi korban banjir bandang di Distrik Goyage, pada Senin dini hari.

Ketiga korban merupakan satu keluarga yang hanyut bersama dengan rumah yang dihuninya. Adapun identitas ketiga korban tersebut, meliputi Akina Wenda (38), Akitera Kogoya dan Kiwena Murib (25).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolikara, Feri Kogoya saat dikonfirmasi menuturkan, proses pencarian terhadap ketiga korban masih berlanjut. “Lima korban ini berada dalam satu rumah yang terkena banjir bandang. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri, namun dua orang berhasil ditemukan selamat,” terang Feri, Selasa (15/1).

Menurut Feri, banjir bandang yang menyapu perkampung warga, disebabkan hujan yang berkepenjangan di wilayah tersebut. “Hujan terus-menerus hingga menyebabkan banjir dan longsor hingga banjir bandang,” paparnya.

Berdasarkan data BPBD Tolikara, Feri menyebutkan, 140 rumah warga di Kampung Dugi rusak akibat diterjang banjir bandang. Bencana itu juga menyebabkan 251 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. “Ada 251 KK yang menjadi korban, karena rumah yang mereka tempati rusak terkena banjir,” katanya.

Feri mengklaim, belum melakukan pendataan di sejumlah kampung lainnya, pascabanjir bandang yang melanda Kampung Dugi. “Ada kampung lainnya yang terkena bencana banjir, namun sementara ini masih belum dilakukan pendataan,” papar Feri.

Sebelumnya, banjir bandang menyapu kawasan pemukiman dan perkebunan milik warga di Kampung Dugi, Distrik Goyage, Kabupaten Tolikara, sejak Senin (14/1) dini hari pukul 01.00 WIT.

Lima warga, ratusan ternak, serta sejumlah rumah dilaporkan hanyut terbawa banjir yang menerjang kampung tersebut. Dari lima warga yang hanyut, dua di antaranya ditemukan selamat. Keduanya yakni, Akiton Kogoya (12) dan Akis Kogoya (9).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Papua, Ribka Haluk, ketika dikonfimasi WONE via telepon seluler mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara secara resmi belum melaporkan jumlah korban dan kerugian material, baik ternak maupun tanaman akibat bencana tersebut.

 

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov Papua) sementara menunggu laporan resmi dari Pemkab Tolikara. Pasalnya, Pemprov Papua hingga kini baru mendapat informasi awal, sehingga belum bisa mendeteksi berapa korban dan kerusakan pascamusibah tersebut.

“Kami masih konfirmasi dan belum bisa mengambil sikap,” katanya di Jayapura, Selasa (15/1).

Namun demikian, jelasnya, pihaknya pada prinsipnya siap memberikan bantuan kepada para korban yang terkena musibah.

“Kami masih menunggu upaya Pemkab Tolikara menangani para korban. Jika butuh bantuan kami siap back-up,” ujarnya.(ful/mdc)