BERBAGI
SYAIFUL/WONE  AKBP. Muhammad Syafei
SYAIFUL/WONE
AKBP. Muhammad Syafei

JAYAPURA-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua meringkus satu pengedar sabu-sabu berinisial BA di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin (14/1) sekitar pukul 21.30 WIT. Dari tangan BA, anggota mengamankan satu paket kecil sabu-sabu.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Papua, AKBP Muhammad Syafei saat ditemui wartawan di Kantor Satuan Patroli Lantamal X Jayapura, Selasa (15/1) siang mengungkapkan, pelaku ditangkap saat hendak bertransaksi sabu-sabu di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan.

“Pelaku ditangkap saat duduk di atas sepeda motor menunggu calon pembeli sabu-sabu miliknya,” kata Syafei.

Terungkapnya kasus ini, Syafei memaparkan, berawal adanya informasi transaksi sabu-sabu yang diterima anggota BNNP Papua di kawasan Entrop. Dari penyelidikan di lapangan, anggota mencurigai salah seorang warga yang tengah duduk di atas motor di sekitar lokasi penangkapan.

Dari hasil penggeledahan terhadap pengendara tersebut, lanjut Syefei, anggota menemukan satu paket sabu-sabu seberat satu gram digenggam pelaku. “Pelaku sempat mengelak, namun dalam penggeledahan ditemukan barang bukti sabu-sabu,” terangnya.

Berdasarkan keterangan awal, BA mengaku, telah empat kali melakukan tranksasi narkotika jenis sabu-sabu. Dalam transaksinya, BA kerap menghubungi penyuplai sabu-sabu yang tak dikenalnya lalu mengambil sabu-sabu tersebut di tempat yang sudah ditentukan.

“Jadi modusnya ini sistem tempel. BA juga tidak tahu siapa penjual sabunya. Jadi dia hanya mengambil sabu-sabu sesuai perintah dari penjualnya,” bebernya.

Syafei menambahkan, pihaknya akan mendalami keterangan BA untuk mengungkap jaringan peredaran sabu-sabu di wilayah Kota Jayapura. Bahkan, ia mengklaim telah mengantongi identitas pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran sabu-sabu di Ibu Kota Provinsi Papua.

“Kami sudah telusuri nomor yang dihubungi BA dan sudah kami ketahui asalnya. Tapi masih rahasia yah, nanti kalau sudah ada tertangkap baru diinfokan lagi ke media,” tutur Syafei.(ful)