BERBAGI
Afid/Wone PERUMAHAN DI GUNUNG KOTA JAYAPURA-Deretan rumah warga yang berdiri pada lereng gunung
Afid/Wone
PERUMAHAN DI GUNUNG KOTA JAYAPURA-Deretan rumah warga yang berdiri pada lereng gunung

 

 JAYAPURA-Pembangunan di Kota Jayapura terus tumbuh dan berkembang, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Provinsi Papua itu. Namun, perkembangan begitu pesat saat ini tidak diiringi dengan pengawasan dan pengedalian perumahan yang baik.

Alhasil, daerah-daerah yang menjadi tempat resapan air diubah menjadi pusat perumahan dan bisnis. Lereng-lereng gunung digunduli, dibongkar dan dijadikan perumahan warga, kebun dan lain sebagainya.

Sehingga, dampaknya langsung dirasakan masyarakat Kota Jayapura ketika musim hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Jayapura. Banjir, tanah longsor, jalan amblas, menjadi “santapan” warga Kota Jayapura ketika musim hujan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Dr.Frans Pekey,M.Si menilai, masih kurang pengawasan dan pengendalian tata ruang oleh instansi terkait. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga membangun di kawasan hutan.

“Ada pula masyarakat yang bangun rumah dikemiringan 40 persen, yang seharusnya tidak boleh dibangun,” kata Frans Pekey saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Frans menjelaskan, pengawasan dan pengendalian tata ruang harus dilakukan oleh instansi terkait. Jangan membiarkan begitu saja, tanpa pengawasan yang melekat.

“Saya memberikan contoh, tahun lalu ada oknum masyarakat yang membakar kebun di samping Kantor Wali Kota dan hal ini yang menjadi salah satu penyebab, amblasnya jalan tersebut,” mirisnya.

Untuk itu, sesuai dengan arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano,MM maka, akan dihentikan semua bentuk aktivitas masyarakat yang merusak lingkungan, sebab aktivitas tersebut terbukti merusak hutan.

“Khusus kepada Bappeda (Bapan Perencanaan Pembangunan Daerah-red) serta PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang-red) untuk mengkaji bentuk pengendaliannya seperti apa, apakah membentuk satgas pengendalian tata ruang atau ada cara lain. Intinya Pemkot (Pemerintah Kota-red) ingin lingkungan kita bisa terjaga dengan baik,” harapnya.(fid)