BERBAGI
TC Terus Ditunda, Persiapan PASI Terhambat
Amos Beraperay

JAYAPURA – Pemusatan Latihan (Training Center/TC) yang sebenarnya meski dilakoni Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Papua, untuk persiapan menuju PON XX Papua tahun 2020, ternyata   terus mengalami penundaan.

“Mungkin KONI Papua belum siapkan kapan waktunya mulai to. Tapi memang kami sudah siapkan materi. Materinya semua sudah. Itu aja. Tunggu waktu kapan dari KONI kasih sinyal  untuk mulai TC,” ujar   Sekretaris PASI Papua Amos Beraperay di Kantor KONI Papua, APO, Jayapura, Jumat (11/1).

Ia  menjelaskan,  sebenarnya bukan hanya PASI,  yang mengalami  penundaan. Tapi praktis semua Cabor,  yang dipersiapkan menuju PON XX.

“Jadi kita ini kan tuan rumah. Jadi kalau bisa kita harus siapkan timnya tempo. Kita berkeinginan kalau bisa mulai dari  tahun 2017  lalu sudah bisa TC penampungan. Jadi transisi setelah  2016 PON XIX di Jabar pulang sudah evaluasi terus perekrutan dan atlit disiapkan lagi. Sekarang sudah 2019  tahun depan sudah PON,” katanya.

Ia  menjelaskan,  untuk menjadi juara indikatornya yakni perekrutan, pelatihan, kompetisi, sarana dan prasarana. “Sekarang  kita tinggal 1,8 tahun menuju PON  bisa ka tidak,” tuturnya.

Untuk Cabor atletik menuju PON  XX, jelasnya, PASI menyiapkan sekitar 85 atlit putra dan putri, yang  merupakan  hasil perekrutan dari beberapa indikator perekrutan dari  Popnas, Porprov, Kejurda, Kejurnas.  Hasil itu yang dirangkum semua dikumpul satu kali.

Dijelaskannya, ke-85 atlit PASI tersebut akan memperebutkan  medali di sejumlah nomor atletik. Masing-masing  100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter 1.500 meter, 5.000 meter, 10.000 meter. Bahkan  nomor lari maraton, jalan cepat, lompat jauh, lompat tinggi, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, nomor estafet, sapta lomba dan dasa lomba.

“Atletik  ini kan  cabang Olimpiade. Jadi nomor-nomor wajib dipertandingkan,  walaupun ada nomor  yang  kami tak ikut. Tapi  kan harus dipertandingkan, karena kepentingan nasional,” pungkasnya. (mdc/pel)