BERBAGI
Itlay/Wone  KEPRIHATINAN-Gedung Sekolah Dasar (SD) Inpres Wadangku yang ditutup karena tak ada guru. Ini merupakan keprihatinan bersama, di mana anak-anak Papua saat ini sangat membutuhkan pendidikan untuk meraih mimpi-mimpi di masa depan
Itlay/Wone
KEPRIHATINAN-Gedung Sekolah Dasar (SD) Inpres Wadangku yang ditutup karena tak ada guru. Ini merupakan keprihatinan bersama, di mana anak-anak Papua saat ini sangat membutuhkan pendidikan untuk meraih mimpi-mimpi di masa depan

WAMENA-Setelah sebelumnya mengunjungi Distrik Silokarno Doga, dan Distik Yalengga, Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua kembali melakukan kunjungan ke Distrik Wadangku, Sabtu (12/1). Kunjungan Banua bersama Wakil Bupati, Marthin Yogobi ini menghadiri acara peletakkan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Kapel Kristus Niniyok Yago, Paroki Kristus Terang Dunia Yiwika, Distrik Wadangku.

Dalam kunjungan ini, selain aspirasi pembangunan gereja, Bupati Banua dan Wakil Bupati Marthin menerima keluhan masyarakat terkait dua unit sekolah Inpres milik pemerintah yang sudah lama tak ada aktivitas belajar mengajar karena tidak ada guru.

Seperti yang dikeluhkan salah satu ibu rumah tangga, Liliana Daby kepada kedua pimpinan tersebut. Menurut Liliana, banyak anak-anak di Distrik Wadangku, namun mereka tidak mendapat sentuhan layanan pendidikan.

Insert : Gedung SD Inpres Wadangku yang tidak ada aktivitas belajar-mengajar
Insert : Gedung SD Inpres Wadangku yang tidak ada aktivitas belajar-mengajar

“Kami sedih, banyak anak-anak yang kami lahirkan tapi mereka tidak mendapat pendidikan, karena tidak ada tenaga guru-guru di sini,” ungkap Liliana.

Oleh karena itu, Liliana meminta, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya untuk memperhatikan generasi penerus di Wadangku, sehingga mereka bisa mendapat pendidikan yang layak.

Hal senada diungkapkan sejumlah tokoh adat, maupun aparat kampung di Distrik Wadangku bahwa di wilayah mereka belum sepenuhnya mendapat perhatian, sehingga mereka berharap namun pemimpin baru bisa memberikan perhatian kepada mereka.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua mengungkapkan bahwa memang dari laporan masyarakat bahwa ada dua sekolah yang tidak ada aktivitas belajar-mengajar atau tidak ada kegiatan sama sekali.

“Hasil audit Inspektorat juga kita dapat laporan maka hari Senin (hari ini-red) kita akan minta ke Dinas P dan P untuk paparkan data base maupun sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan guru,” tuturnya.

Dari hasil evaluasi ini, kata bupati, nantinya pemerintah akan lihat kekurangan guru dan mengangkat tenaga honor untuk sejumlah sekolah yang memang tidak ada kegiatan karena tidak ada guru.

“Sehingga kami akan minta dinas pendidikan paparkan (kinerja dan kendala-red) seperti yang dilakukan oleh dinas kesehatan,” tegasnya.

Menurut Bupati Banua, persoalan sekolah yang tak ada kegiatan ini bukan hanya Distrik Wadangku, tetapi ada beberapa sekolah di distrik lain yang mengalami hal yang sama.

“Saya kira ada, kami sudah dapat data dari Inspektorat bahwa ada beberapa distrik yang sekolah tidak jalan sama sekali,” pungkasnya.

Kesempatan peletakan batu pertama gereja katolik itu, bupati mengajak dinas kesehatan untuk melakukan pelayanan imunisasi bagi anak-anak di distrik setempat.(lay)