BERBAGI
SYAIFUL/WONE Dr.Anthon Raharusun,SH,MH
SYAIFUL/WONE
Dr.Anthon Raharusun,SH,MH

JAYAPURA-Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jayapura telah mengambil langkah tegas terhadap oknum pengacara nakal yang melanggar kode etik profesi advokat maupun kolusi dan memainkan perkara.

Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Jayapura, Dr.Anthon Raharusun,SH,MH saat ditemui wartawan di sela-sela pendampingan hukum terhadap Kepala Dinas Kehutanan Papua JJO, Jumat (11/1).

Sejauh ini, Anthon mengakui, Peradi Jayapura telah mendapatkan tiga laporan pengaduan dari masyarakat. Dari tiga aduan tersebut, satu aduan sudah disidangkan melalui dewan kehormatan dan telah dijatuhi putusan.

“Oknum pengacara ini berinisial EM, yang bersangkutan dijatuhi hukuman berupa 6 bulan tidak boleh melakukan praktik tugas-tugas pengacara. Jika ketahuan melanggar putusan, yang bersangkutan akan dipidanakan,” tegasnya.

Menurut Anthon, penindakan terhadap pengacara nakal ini sangat penting bagi Peradi. Salah satunya untuk menjaga kehormatan dan wibawa daripada advokat. “Melalui penindakan secara tegas bagi advokat yang melanggar kode etik, salah satu upaya Peradi membangun citra advokat di mata publik secara terhormat,” katanya.

Raharusun pun meminta masyarakat tidak takut melaporkan jika menemukan oknum pengacara yang bernaung di bawah Peradi Jayapura melakukan pelanggaran kode etik. “Silahkan laporkan kepada kami, jika menemukan pengacara nakal. Kami juga telah membuka pusat bantuan hukum secara gratis bagi masyarakat,” tandasnya.(ful)