BERBAGI
DOK HUMAS POLDA FOR WONE  JALANI PEMERIKSAAN-Kadishut Papua, JJO (baju batuk coklat) tengah menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang Direktorat Reskrim Khusus Papua, Jumat (11/1).
DOK HUMAS POLDA FOR WONE
JALANI PEMERIKSAAN-Kadishut Papua, JJO (baju batuk coklat) tengah menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang Direktorat Reskrim Khusus Papua, Jumat (11/1).

Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

JAYAPURA-Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua berinisial JJO, resmi ditahan penyidik Direktorat Resesre Kriminal Khusus Polda Papua, atas dugaan pemerasan terhadap pengusaha kayu berinisial P, pada November lalu.

Penahanan terhadap pejabat nomor satu di Dinas Kehutanan Provinsi Papua dilakukan penyidik setelah proses pemeriksaan lanjutan yang digelar, sejak Jumat (10/1) siang. Penahanan tersebut juga disaksikan Tim Kuasa Hukum JJO, Anthon Raharusun.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan di ruang Media Center Humas Polda, Jumat (11/1) sore menegaskan, penahanan terhadap JJO berlaku selama 20 hari ke depan.

“JJO resmi kami tahan hari ini (kemarin-red). Kita melakukan pemeriksaan yang lebih intensif di Polda Papua dalam rangka pemberkasan,” singkat mantan Wakapolresta Depok ini.

Kamal menuturkan, JJO dipersangkakan dengan dugaan tindak pidana penyertaan dalam tindak pidana pemerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 Tahun.

Proses penahanan Kadishut Papua di Rutan Mapolda Papua, Jumat (11/1).
Proses penahanan Kadishut Papua di Rutan Mapolda Papua, Jumat (11/1).

“Tersangka JJO sudah menandatangani surat penahanan dan langsung kami bawa ke rumah tahanan Mapolda Papua,” tegas mantan Wakapolresta Depok ini.

Anthon Raharusun selaku Tim Kuasa Hukum JJO saat dikonfirmasi membenarkan, penahanan terhadap kliennya, pada Jumat (11/1) malam. Penahanan dilakukan penyidik setelah proses pemeriksaan lanjutnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua menetapkan status Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua berinisail JJO sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan. Kasus JJO mencuat pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Papua terhadap FT, pengusaha kayu di Jayapura, 7 November lalu.

Dari tangan FT, aparat menyita uang tunai sebesar Rp 500 juta. Uang tersebut bagian dari uang Rp 2,5 miliar yang diminta FT dari salah seorang pengusaha kayu berinisial P, untuk menyelesaikan kasus pembalakan liar yang ditangani Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan Papua.(ful)