BERBAGI
ISTIMEWA  Kondisi bangunan Kantor KPUD Tolikara, pasca pengrusakan sekelompok orang tak dikenal, pada Senin kemarin.
ISTIMEWA
Kondisi bangunan Kantor KPUD Tolikara, pasca pengrusakan sekelompok orang tak dikenal, pada Senin kemarin.

JAYAPURA–Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tolikara, dirusak sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK), pada Senin (7/1) malam. Beruntung tidak ada dokumen Pemilihan Presiden 2019 milik KPU yang hilang.

Komisioner KPU Papua Bidang Sosialisasi, Tarwinto saat dihubungi wartawan, Rabu (9/1) sore, membenarkan, peristiwa pengrusakan Kantor KPUD Tolikara, pada Senin kemarin. Ia pun menyesalkan insiden tersebut, karena dapat mengganggu tahapan Pemilu Legistif dan Presiden pada April 2019 mendatang.

“Ada puluhan massa yang menghentikan proses seleksi Panitia Pemilihan Distrik (PPD) di salah satu sekolah setempat. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke Kantor KPUD Tolikara dan diduga melakukan pengrusakan sejumlah fasilitas dan dokumen,” ungkap Tarwinto.

Tarwinto meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pengrusakan Kantor KPUD Tolikara, sehingga pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif di wilayah tersebut tidak terhambat.

Sementara itu, Kapolres Tolikara, Ajun Komisaris Besar Polisi Leonard Akobiarek saat ditemui wartawan di sela-sela serah terima jabatan Kapolres di Aula Rastra Samara Mapolda Papua, Rabu (9/1) menyebutkan, pengrusakan itu terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIT.

Ia memastikan, tidak ada barang berharga milik KPUD Tolikara yang hilang, termasuk surat-surat penting. “Saat kejadian Kantor KPUD dalam kondisi terkunci serta tidak ada aktivitas, kemudian di dalam Kantor KPUD Tolikara hanya terdapat baliho dan surat-surat lama Pemilihan Gubernur Papua,” kata  Leo.

Pengrusakan ini, Leo menuturkan, kali pertama diketahui oleh anggota kepolisian yang telah melakukan patroli di sekitar wilayah tersebut. Anggota mendapati Kantor KPUD Tolikara tidak terkunci, sehingga dilakukan pengecekan.

“Anggota mendapati baliho dan surat-surat Pilgub dalam kondisi acak-acakan. Bisa juga kondisi surat-surat yang berantakan, karena tiupan angin kencang,” bebernya.

Leo menegaskan, pihaknya telah memperketat penjagaan di Kantor KPUD Tolikara, serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian. “Kita sudah menempatkan 10 personel dengan dikoordinir Kasat Intel Polres Tolikara. Pengamanan juga dibantu Satuan Polisi Pamong Praja,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi terkait peristiwa itu. “Saksi ini adalah orang-orang sekitar, termasuk para pedagang, namun saya tegaskan tidak ada barang yang hilang,” imbuhnya.(ful)