BERBAGI
Alan/Wone  Warga Perumahan BTN Gajah Mada yang rumahnya terendam banjir, membentangkan spanduk menolak untuk tidak akan membayar angsuran rumah sebelum masalah tersebut diselesaikan pihak developer
Alan/Wone
Warga Perumahan BTN Gajah Mada yang rumahnya terendam banjir, membentangkan spanduk menolak untuk tidak akan membayar angsuran rumah sebelum masalah tersebut diselesaikan pihak developer

Terkait Banjir yang Terus Menggenangi BTN Gajah Mada

SENTANI-Banjir yang sering mengakibatkan Perumahan BTN Gajah Mada, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura terendam setiap hujan turun, membuat keprihatinan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Jayapura, Moses Kallem,SH.

Moses mengatakan, developer, perusahaan pembuat perumahan tersebut harus bertanggung jawab dan tidak bisa membiarkan hal itu begitu saja, karena jika dikatakan Izin Membangun Bangunan (IMB) tersebut palsu maka harus ada pengujian dan pembuktiannya.

“Dari fisik yang sudah ada dengan konteks kita melihat itu memang sudah tidak sesuai prosedur, contohnya secara aturan itu dari bibir kali itu harus 50 meter, karena ini dampaknya luar biasa, kalau tergenang semua orang mau ke mana, apa lagi itu hutan sagu sebagian sudah dibabat,” mirisnya.

Ia juga menuturkan bahwa terkait hal itu DPRD Kabupaten Jayapura telah mendorong Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi hutan sagu, agar Perda tersebut dapat memperkuat masalah-masalah yang terjadi saat ini.

“Termasuk developer itu, akan dipanggil saja karena sudah menyalahi aturan sebelum lahan-lahan sisa yang akan kembali dibangun supaya mereka bisa lebih tertip. Aturan sudah ada, tinggal ketegasan,” tegasnya.

Manurutnya, apa yang terjadi dengan Perumahan BTN Gajah Mada itu akan mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayapura agar setiap developer yang ingin mengurus IMB sudah harus diingatkan dari sekarang.

“BTN Gajah Mada itu salah tempat, itu hutan sagu, pembangunannya juga harus di lihat dan harus sangat hati-hati,” tutupnya.(aan)