BERBAGI

SERUI-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Yapen melalui Komisi II yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B Yulians Charles Gomar mengambil langkah-langkah untuk mencari solusi permasalahan pemadaman listrik yang sering terjadi akhir-akhir ini di kota Serui.

Bersama para anggota komisi, dilakukan peninjauan unit mesin pembangkit tenaga diesel di PLN Serui, yang kemudian dilanjutkan dengan rapat dengar pendapat atau hearing terkait pemadaman tersebut di ruang rapat DPRD Kabupaten Yapen, pada Senin (17/12).

Supervisor pelayanan PLN Serui, William J.R Simanjuntak dalam rapat tersebut menjelaskan permasalahan yang dihadapi pihaknya sehingga terjadi pemadaman bergilir. Selain permasalahan rusaknya beberapa unit mesin pembangkit listrik, kendala lain yang dihadapi ialah faktor alam dan faktor non teknis lainnya.

“Biasanya di bulan dua belas (Desember) itu cuaca kurang baik dan tidak menentu seperti angin kencang yang membuat jaringan listrik kurang baik, dan terjadi runtuhan dahan/pohon menimpa jaringan listrik kita,”katanya.

Dikatakannya, PLN sudah membuat upaya-upaya dengan cara melakukan pemeliharaan rutin untuk setiap jaringan-jaringan yang ada. “Sudah ada beberapa pohon yang kita tebang agar tidak mengganggu jaringan yang ada,”terangnya.

Dikatakan pula sudah ada beberapa lokasi yang didatangi oleh pihak PLN untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bagaimana bisa bekerja sama untuk pohon-pohon yang dianggap rawan akan jaringan agar bisa ditebang karena jika disaat tertimpa pohon maka jaringan listrik atau gardu tersebut akan mengalami gangguan hingga bisa mengakibatkan kerusakan. Tetapi seringkali terkendala karena masyarakat pemilih pohon meminta ganti rugi.

“Kita sudah melakukan sosialisasi dan menjelaskan kalau kami tidak ada dana untuk mengganti pohon yang akan ditebang. Intinya ya kita bisa bekerja sama dengan baik agar tidak terjadi gangguan pada jaringan,”ucapnya.

Saat ini, dari sepuluh unit mesin pembangkit, hanya enam unit yang beroperasi dan empat unit lainnya sedang rusak. Hal itulah penyebab pasokan daya tidak mencukupi sehingga dilakukan pemadaman bergilir.

Di tempat yang sama Ketua Komisi B, Charles Gomar menuturkan permasalahan pemdaman bergilir ini diharapkan dapat cepat selesai mengingat bulan Desember semua umat khususnya yang beragama nasrani akan merayakan Natal.

“Dari hasil peninjauan kami tadi ke PLTD PLN Serui, satu mesin dari empat mesin yang rusak itu alatnya atau suku cadangnya sudah tiba di Serui dan untuk pemasangan ke unit pembangkit yang rusak ditargetkan empat hari kerja sehingga tanggal 22 mendatang mesin ini diharapkan sudah beroperasi kembali dan dapat melayani kebutuhan pasokan listrik masyarakat,”tuturnya.

Ia menambahkan, satu mesin lainnya yang juga rusak alatnya sedang dalam perjalanan ke Serui. Alat ini didatangkan dari negara Singapura melalui Nabire dan memakan waktu sekitar seminggu perjalanan. “Jadi apabila dua mesin dari total empat mesin yang rusak ini telah selesai diperbaiki maka diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di kota ini,”paparnya.(her/jog)