BERBAGI

SERUI-Setelah delapan tahun bergabung dengan Universitas Cenderawasih dalam aktifitas perkuliahan serta wisuda mahasiswa, maka sekarang Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Papua Papua secara resmi di tahun 2018 berdiri sendiri melalui SK (Surat Keputusan) dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI tentang izin pendirian yang dibacakan oleh Philipus Wairara sebagai Ketua Tim Kerja pendirian STKIP PGRI Papua di Kabupaten Yapen dalam acara deklarasi baru-baru ini.

Dikatakan, setelah lulus dalam pendidikan SMA atau SMK banyak terjadi penumpukan para pelajar maka dengan itu di tahun 2010 lalu dicanangkan berdirinya STKIP PGRI Papua.”Kita bangun sekolah untuk bagaimana mereka bisa lanjut kuliah dengan mempunyai enam prodi pendidikan. Kita juga sudah luluskan 664 sarjana dari enam prodi yang bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih,”tegas Orgenes Runtuboi, Ketua STKIP PGRI Papua.

Mendirikan sebuah sekolah, bukan persoalan mudah dan banyak tantangan yang dihadapi. Tetapi berkat kepercayaan pengurus besar PGRI Pusat, Prof.dr.Supardi, maka sekolah tinggi tersebut berhasil didirikan.

Ditempat yang sama Pemerintah Kabupaten Yapen melalui Sekda Alexander Nussy, memberikan apresiasi  sebagai pemerintah daerah yapen sangat memberikan apresiasi kepada para guru kontrak yang di datangkan.

Dalam hal ini juga Sekda memberikan selamat atas di ijinkan dalam mendirikan sekolah STKIP untuk berdiri sendiri dan melaksanakan tugas sebagai tempat dimana para mahasiswa menuntut ilmu.”Ini merurpakan kerinduan kita bersama, saya tahu betul bagaimana tim ini terus melakukan koordinasi dengan bupati dan inilah hasilnya yang kita capai,”paparnya.

Pengurus besar PGRI RI Prof.dr.Supardi mengatakan perguruan tinggi STKIP PGRI ini merupakan salah satu-satunya PGRI yang ada di kawasan Indonesia bagian timur dan PGRI Papua yang ke lima puluh dua yang ada saat ini.(her/jog)